Kompas.com - 24/05/2019, 16:37 WIB
Djoko Setiadi usai dilantik Jokowi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional, Rabu (3/1/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinDjoko Setiadi usai dilantik Jokowi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional, Rabu (3/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mampu melampaui target yang ditetapkan dalam rencana kerja pemerintah tahun 2019 terkait Global Cyber Security Index (GCI). Pada 2018, peringkat pengelolaan keamanan siber Indonesia menempati posisi ke-41 dari 175 negara.

"Pencapaian ini melampaui target yang ditetapkan pemerintah, yakni ditargetkan naik dua peringkat," ujar mantan Kepala BSSN Djoko Setiadi di Gedung BSSN, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Pada GCI 2018, lanjutnya, pengelolaan keamanan siber nasional Indonesia memiliki skor 0,776 dengan skala 0,00-1,00. Di kancah Asia Pasifik, peringkat Indonesia juga naik menduduki posisi ke -9 yang sebelumnya berada di posisi 16.

Ia menuturkan, sebelum berdirinya BSSN, GCI Indonesia pada 2017 berada di peringkat ke-70 dari 164 negara dengan skor 0,424.

Baca juga: Cegah Pencurian Data, Keamanan Siber Harus Ditingkatkan

Diketahui, GCI merupakan inisiasi International Telecomunication Union (ITU) untuk mengukur komitmen, kepedulian, dan usaha suatu negara terhadap pengelolaan keamanan siber.

Terdapat lima parameter penilain, yakni aspek legal, technical, organizational, capacity building, dan cooperation.

"Pencapaian ini merupakan keberhasilan kinerja seluruh pemangku kepentingan keamanan siber yang dikonsolidasikan oleh BSSN dalam membangun dan mengembangkan ekosistem keamanan siber," imbuh Djoko.

Sementara itu, Kepala BSSN yang baru dilantik menggantikan Djoko Setiadi, Letjen TNI (Purn) Hinsa Saburian, menambahkan, prestasi BSSN dalam GCI tersebut merupakan hal yang fundamental dan harus ditindaklanjuti ke depan.

"Untuk bisa berkembang lebih baik, saya mengharapkan dukungan penuh dari semua instansi terkait dalam melaksanakan tugas di BSSN. Kita tahu, tugas pokok di BSSN sangat besar karena siber merupakan tantangan saat ini," papar Hinsa.

Kekuatan siber negara, seperti diungkapkan Hinsa, memiliki dampak dalam keamanan dan kejahteraan masyarakat. Hal itu mengingat zaman saat ini yang sudah mengenal transaksi secara digital yang kemudian diikuti ancaman siber.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Periksa 28 Saksi untuk Kasus Bupati Nonaktif Bandung Barat Aa Umbara

KPK Periksa 28 Saksi untuk Kasus Bupati Nonaktif Bandung Barat Aa Umbara

Nasional
Orang Dengan Gangguan Jiwa Dapat Vaksinasi Covid-19, Apa Syaratnya?

Orang Dengan Gangguan Jiwa Dapat Vaksinasi Covid-19, Apa Syaratnya?

Nasional
Persaingan Antar-negara Dapatkan Vaksin Makin Ketat, Menkes Sebut Stok RI Lancar

Persaingan Antar-negara Dapatkan Vaksin Makin Ketat, Menkes Sebut Stok RI Lancar

Nasional
Litbang Kompas: 60,6 Persen Responden Anggap Program Reintegrasi Napi Terorisme ke Masyarakat Belum Berhasil

Litbang Kompas: 60,6 Persen Responden Anggap Program Reintegrasi Napi Terorisme ke Masyarakat Belum Berhasil

Nasional
Jaksa Hadirkan 4 Saksi Sidang Rizieq Shihab: Kasatpol PP Kabupaten Bogor hingga Camat Megamendung

Jaksa Hadirkan 4 Saksi Sidang Rizieq Shihab: Kasatpol PP Kabupaten Bogor hingga Camat Megamendung

Nasional
Menko PMK: Pemerintah Berusaha Perbesar Cadangan Dana Abadi Pendidikan

Menko PMK: Pemerintah Berusaha Perbesar Cadangan Dana Abadi Pendidikan

Nasional
Jokowi: Tidak Boleh Sepelekan Covid-19, Jangan Sampai Kasus Naik Lagi

Jokowi: Tidak Boleh Sepelekan Covid-19, Jangan Sampai Kasus Naik Lagi

Nasional
Litbang Kompas: 56,6 Persen Publik Sangat Khawatir dengan Aksi Teror di Makassar dan Mabes Polri

Litbang Kompas: 56,6 Persen Publik Sangat Khawatir dengan Aksi Teror di Makassar dan Mabes Polri

Nasional
Tanggapi Survei Korupsi di Lingkup ASN, Tjahjo Minta Aplikasi LAPOR! Dimanfaatkan

Tanggapi Survei Korupsi di Lingkup ASN, Tjahjo Minta Aplikasi LAPOR! Dimanfaatkan

Nasional
Jokowi: Covid-19 Masih Ada dan Nyata, Tetap Ingat dan Waspada

Jokowi: Covid-19 Masih Ada dan Nyata, Tetap Ingat dan Waspada

Nasional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal untuk Seniman dan Budayawan

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal untuk Seniman dan Budayawan

Nasional
Kemenkes Tegaskan Vaksin Gotong Royong Tak Diperjualbelikan ke Individu

Kemenkes Tegaskan Vaksin Gotong Royong Tak Diperjualbelikan ke Individu

Nasional
Kunjungi Vaksinasi Seniman, Menkes: Kami Harap Masyarakat Tahu Vaksinasi itu Aman

Kunjungi Vaksinasi Seniman, Menkes: Kami Harap Masyarakat Tahu Vaksinasi itu Aman

Nasional
Umrah Mesti Divaksin dengan yang Bersertifikat WHO, Pemerintah Lobi Arab Saudi

Umrah Mesti Divaksin dengan yang Bersertifikat WHO, Pemerintah Lobi Arab Saudi

Nasional
Kemenkes Pastikan ODGJ Akan Mendapat Vaksinasi Covid-19

Kemenkes Pastikan ODGJ Akan Mendapat Vaksinasi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X