Kompas.com - 24/05/2019, 07:03 WIB
Massa aksi bentrok dengan polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/wsj. PRASETYO UTOMOMassa aksi bentrok dengan polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/wsj.

Oleh karena itu, sejak semula mereka sudah tidak percaya dengan mekanisme pemilu sebagai sarana membentuk pemerintahan. Mereka hanya memanfaatkan momentum pemilu sebagai pintu masuk untuk mengambil kekuasaan secara paksa.

Para Sengkuni ini paham atas karakter pribadi sebagian elite kita, bahwa mereka tidak mudah menerima kekalahan.

Mereka yakin, meski sebagian elite kita itu pintar berpidato tentang demokrasi, tetapi mereka hanyalah jiwa-jiwa kerdil terhadap nilai-nilai demokrasi.

Mereka yakin, meski sebagian elite kita itu mengaku menjunjung tinggi paham kedaulatan rakyat, tetapi sesungguhnya mereka menampiknya.

Bagi mereka rakyat adalah kawula, sekumpulan orang-orang lemah, yang harus dibimbing, diarahkan, dan dikendalikan oleh elite, yaitu orang pintar yang punya perbawa tinggi.

Itulah sebabnya ketika pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) memutuskan untuk menempuh jalur hukum atas keputusan Komisi Pemilihan Umum, yang menyatakan bahwa pasangan capres dan cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin) yang memenangi pemilu, gerakan massa tetap berlangsung.

Mereka mengirim massa dari luar Jakarta karena warga Jakarta sendiri menyadari bahwa hasil pemilu sah dan harus dihormati.

Dalam bahasa media asing, memang Probowo-Sandi mengklaim kemenangan pemilu sampai 62 persen atau 54 persen suara, tetapi tidak ada satu pun lembaga independen yang mengonfirmasi klaim tersebut.

Media asing mencatat, proses pemilu berjalan damai, luber, dan jurdil, sehingga hasilnya (siapa pun yang menang) harus diterima dengan lapang dada.

Jika tidak menerima keputusan KPU, mekanisme komplain sudah tersedia, yakni menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Inilah yang ditempuh oleh Prabowo-Sandi.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Jokowi Minta Pasien OTG Omicron Hanya Isolasi Mandiri

Ini Alasan Jokowi Minta Pasien OTG Omicron Hanya Isolasi Mandiri

Nasional
Wakil Wali Kota Sebut Kasus Covid-19 di Bogor Melonjak 1.000 Persen dalam Sepekan

Wakil Wali Kota Sebut Kasus Covid-19 di Bogor Melonjak 1.000 Persen dalam Sepekan

Nasional
Luhut: Saya Baru Sadar Ahli Kita Hebat-hebat, Selama Ini Kurang Diberdayakan

Luhut: Saya Baru Sadar Ahli Kita Hebat-hebat, Selama Ini Kurang Diberdayakan

Nasional
Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Nasional
Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Nasional
Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Nasional
Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Nasional
Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Nasional
AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

Nasional
Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Nasional
KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

Nasional
PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

Nasional
Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Nasional
Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Nasional
FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.