Wapres Minta Masyarakat Tetap Tenang Sikapi Kerusuhan

Kompas.com - 22/05/2019, 16:27 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (22/5/2019).Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat agar tetap tenang menyikapi kerusuhan terkait protes hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019.

Ia meminta masyarakat tidak terpancing sehingga kerusuhan semakin meluas.

"Kita harapkan masyarakat untuk tenang dan karena ini kelihatannya sudah yang ikut serta sudah bermacam-macam. Dan banyak kepentingan (di dalamnya), ada kepentingan politik ada kepentingan keagamaan, dan kepentingan ekonomi," ujar Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Kalla mengatakan setiap persoalan bisa diselesaikan dengan dialog.

Baca juga: Wapres Kalla Upayakan Bangun Komunikasi dengan Prabowo

Oleh karena itu, ia mengharapkan pihak yang tak menerima hasil Pilpres bisa menyelesaikan permasalahannya dengan dialog.

Ia meyakini negara melalui aparatnya bisa memberikan solusi yang terbaik bagi semua pihak dengan cara berdialog.

Kalla mengingatkan, jika kerusuhan terus meluas maka masyarakat sendiri yang akan dirugikan sebab perekonomian akan lumpuh.

Baca juga: Aksi Berbuntut Ricuh, Sarinah Kehilangan Omzet Ratusan Juta Rupiah

Ia lantas mencontohkan kerusuhan pada tahun 1998 yang mengakibatkan krisis ekonomi besar-besaran. Kalla meminta masyarakat tetap tenang dan tak terprovokasi.

"Kalau apabila terjadi kerusuhan, kerugiannya juga kepada kita semua. Ekonomi kita, secara keseluruhan, dan masyarakat akan kena," ujar Kalla.

"Ingat peristiwa 1998 krisis terjadi. Dan semua rakyat akan kena kalau terjadi krisis akibat kerusuhan-kerusuhan seperti ini menyebabkan krisis ekonomi," lanjut Wapres.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X