Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/05/2019, 15:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak hanya mengucapkan selamat kepada Ma'ruf Amin karena telah menjadi wakil presiden terpilih berdasarkan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Saat mengunjungi Ma'ruf ke kediamannya di kawasan Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Airlangga mengaku juga membicarakan situasi terkait kerusuhan di sejumlah titik pasca-penetapan hasil rekapitulasi KPU.

Baca juga: BPN Enggan Sebut Demonstran Penolak Hasil Pilpres sebagai Pendukung Prabowo-Sandiaga

"Ya pesan-pesan Pak Ma'ruf tadi menyampaikan bahwa ya dijaga suasana agar bisa segera dipulihkan dan agar masyarakat kembali merasa aman. Dan profesionalisme polisi diapresiasi," kata Airlangga usai bertemu dengan Ma'ruf sekitar 50 menit.

Airlangga menegaskan, Golkar beserta jajaran prihatin atas situasi yang terjadi belakangan ini. Ia berharap masyarakat tetap bisa menjaga kondusivitas suasana. 

"Dan yang terkait hasil pemilu, pihak-pihak terkait menggunakan jalur-jalur hukum. Terhadap situasi yang ada mengharapkan Polri untuk melakukan tindakan profesional," ujarnya.

Baca juga: Berkunjung ke Rumah Maruf, Airlangga Ucapkan Selamat Menangkan Pilpres

Di satu sisi, Airlangga mengingatkan kader-kadernya untuk tak mengikuti aksi-aksi seperti itu. Ia mengimbau para kader Golkar untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama masyarakat.

"Kalau kader Partai Golkar dilarang untuk ikut dalam berbagai kegiatan ini, kader harus menjaga keamanan dan kenyamanan bersama," ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa kerusuhan sempat terjadi di sejumlah titik di wilayah Jakarta belakangan ini, seperti di depan Bawaslu, kawasan Jalan Slipi dan kawasan Tanah Abang.

Kompas TV Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan selamat kepada Joko Widodo – Ma’ruf Amin atas kemenangan yang telah di umumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Menurut Jusuf Kalla hasil Pilpres 2019 yang diumumkan KPU membuat salah satu pihak puas dan tidak puas, JK menegaskan bila ada pihak tidak puas atas hasil KPU untuk segera melaporkan atas temuanya kepada Bawaslu dan MK. #JusufKalla #Jokowi #KPU
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kembali Ditanya soal Kepastian 'Reshuffle' Rabu Ini, Jokowi: Yang Jelas Hari Ini Rabu Pon

Kembali Ditanya soal Kepastian "Reshuffle" Rabu Ini, Jokowi: Yang Jelas Hari Ini Rabu Pon

Nasional
Sambangi Golkar, Surya Paloh: Saya Pikir Hal yang Baik

Sambangi Golkar, Surya Paloh: Saya Pikir Hal yang Baik

Nasional
Jokowi Teken Perpres, Kepala Otorita IKN Bisa Bawa Pulang Rp 172 Juta Per Bulan

Jokowi Teken Perpres, Kepala Otorita IKN Bisa Bawa Pulang Rp 172 Juta Per Bulan

Nasional
Kejagung: Satu Tersangka Korupsi BTS 4G BAKTI Kembalikan Uang Rp 1 Miliar ke Penyidik

Kejagung: Satu Tersangka Korupsi BTS 4G BAKTI Kembalikan Uang Rp 1 Miliar ke Penyidik

Nasional
Jokowi: Ngurusin Pandemi Kita Hampir Enggak Pernah Tidur

Jokowi: Ngurusin Pandemi Kita Hampir Enggak Pernah Tidur

Nasional
2 Terdakwa Korupsi TWP AD Divonis 16 Tahun Penjara dan Denda Rp 750 Juta

2 Terdakwa Korupsi TWP AD Divonis 16 Tahun Penjara dan Denda Rp 750 Juta

Nasional
Nasib Anies Baswedan Usai Surya Paloh dan Jokowi 'Salaman'

Nasib Anies Baswedan Usai Surya Paloh dan Jokowi "Salaman"

Nasional
Litbang 'Kompas': 84,7 Persen Responden Akan Gunakan Hak Pilih pada Pemilu 2024

Litbang "Kompas": 84,7 Persen Responden Akan Gunakan Hak Pilih pada Pemilu 2024

Nasional
KPK Sebut Penambahan 15 Penyidik dari Polri Sesuai Kebutuhan Analisis Beban Kerja

KPK Sebut Penambahan 15 Penyidik dari Polri Sesuai Kebutuhan Analisis Beban Kerja

Nasional
Mahasiswa UI yang Tewas Jadi Tersangka, Pihak Keluarga Melapor ke Ombudsman

Mahasiswa UI yang Tewas Jadi Tersangka, Pihak Keluarga Melapor ke Ombudsman

Nasional
Kemenlu: Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Serangan Bom di Peshawar

Kemenlu: Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Serangan Bom di Peshawar

Nasional
Gus Yahya: Tidak Boleh Ada Orang Menutupi Kekurangan dengan Mengeklaim NU sebagai Basisnya

Gus Yahya: Tidak Boleh Ada Orang Menutupi Kekurangan dengan Mengeklaim NU sebagai Basisnya

Nasional
Wapres Minta NU Lakukan Santrinisasi, Bukan Islamisasi

Wapres Minta NU Lakukan Santrinisasi, Bukan Islamisasi

Nasional
Rekam Jejak Laksana Tri Handoko, Fisikawan yang Didesak DPR Mundur dari Kepala BRIN

Rekam Jejak Laksana Tri Handoko, Fisikawan yang Didesak DPR Mundur dari Kepala BRIN

Nasional
15 Anggota Polri Ditugaskan ke KPK, Ini Daftar Namanya

15 Anggota Polri Ditugaskan ke KPK, Ini Daftar Namanya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.