Aksi Massa di Depan Bawaslu Serukan Nama Prabowo

Kompas.com - 22/05/2019, 14:39 WIB
Ketua Dewan Syura FPI Muhsin Ahmad Alatas berorasi di hadapan massa GNKR yang berunjuk rasa di depan Bawaslu, Rabu (22/5/2019). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANKetua Dewan Syura FPI Muhsin Ahmad Alatas berorasi di hadapan massa GNKR yang berunjuk rasa di depan Bawaslu, Rabu (22/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi massa yang terjadi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) menyerukan nama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Rabu (22/5/2019).

Mereka datang sekitar pukul 13.00 WIB dan memenuhi area depan Bawaslu yang telah dipagari kawat dan pengamanan oleh kepolisian.

Kelompok demonstran tersebut datang setelah sekitar satu jam sebelumnya tidak ada aksi.

"Prabowo, Prabowo, Prabowo," seru para demonstran 

Mereka dikomandoi oleh salah seorang pria berpakain putih dan menggunakan sorban dan meminta tidak terjadi kembali kerusuhan saat aksi massa digelar di sejumlah tempat di Jakarta.

Baca juga: Demo Penolakan Hasil Pilpres Berujung Rusuh, Ini Komentar BPN Prabowo-Sandiaga

"Kami sudah kondusif, kami tidak ingin ada kerusuhan lagi," ucap habib tersebut.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, wilayah Bawaslu masih dijaga ketat oleh kepolisian.

Dilakukan penutupan di sepanjang jalan MH Thamrin. Penutupan itu dilakukan karena ada aksi massa di depan Bawaslu.

Hingga pukul 13.30 WIB, sejauh ini sudah ada tiga kelompok massa yang menggelar aksi dari sekitar pukul 07.00. Aksi dari ketiga kelompok tersebut tidak serentak, tetapi bergantian. Namun, dua kelompok pertama membubarkan diri sekitar pukul 11.00 dan kelompok ketiga baru datang pukul 13.00.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X