Wiranto: Penangkapan Tokoh yang Langgar Hukum Akan Terus Dilakukan, Ini Bukan Diktator

Kompas.com - 21/05/2019, 16:04 WIB
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers seusai rapat koordinasi khusus (Rakorsus) tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4/2019). Rakorsus tersebut membahas hal-hal penting terkait pascapemilu 2019. ANTARA FOTO/Renald Ghifari/hma/pras.ANTARA FOTO/Renald Ghifari Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers seusai rapat koordinasi khusus (Rakorsus) tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4/2019). Rakorsus tersebut membahas hal-hal penting terkait pascapemilu 2019. ANTARA FOTO/Renald Ghifari/hma/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kemanan Wiranto mengungkapkan pihaknya tidak akan berhenti memanggil hingga menahan tokoh-tokoh yang dinilai melanggar hukum.

Wiranto menyadari sikap pemerintah ini banyak dinilai seolah mengembalikan ketakutan era Order Baru. Namun, dia memastikan bahwa penangkapan tokoh-tokoh itu dilakukan demi kemanan nasional.

"Aparat penegak hukum akan konsisten untuk menindak siapa pun yang nyata-nyata melanggar hukum. Pemanggilan dan penangkapan tokoh-tokoh yang terindikasi melanggar hukum akan terus dilakukan," ujar Wiranto dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Senin (21/5/2019).

Baca juga: Mereka yang Terjerat Kasus Dugaan Makar...


Dalam jumpa pers itu, Wiranto turut didampingi Kadiv Humas Polri Irjen M. Iqbal dan Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi.

Sebelumnya, baik TNI dan Polri menangkap sejumlah tokoh yang merupakan deretan pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Beberapa di antaranya seperti Lieus Sungkharisma, Eggi Sudjana, dan Mayjen (Purn) Sunarko.

Ada pula tokoh-tokoh lain yang dilaporkan melakukan aksi makar seperti Amien Rais, Permadi, Rizieq Shihab, Bachtiar Nasir. 

Baca juga: Kasus Penyelundupan Senjata, Mayjen (Purn) S dan Praka BP Ditahan

Menurut Wiranto, pelaporan hingga penangkapan sejumlah tokoh itu bukan tindakan sewenang-wenang.

"Ini bukan tindakan sewenang-wenang, diktator, kembali ke Orba tapi kami lakukan demi tegaknya hukum yang menyangkut keamanan nasional. Kami ingin negeri tetap aman," ucap Wiranto.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X