Meski Kalah, Sandiaga Janji OK OCE Tetap Jalan di Seluruh Indonesia

Kompas.com - 20/05/2019, 15:41 WIB
Cawapres Sandiaga Uno menghadiri seminar Ok Oce di Jakarta, Senin (20/5/2019) KOMPAS.com/IhsanuddinCawapres Sandiaga Uno menghadiri seminar Ok Oce di Jakarta, Senin (20/5/2019)
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menilai bahwa program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship ( OK OCE) yang dijanjikannya saat kampanye lalu sudah membawa banyak manfaat bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Sandiaga mengaku akan terus membesarkan program ini ke seluruh wilayah di Indonesia meski ia dan Prabowo Subianto kalah dalam pilpres.

"Ini bukan masalah politik. Jadi saya mengikhtiarkan ini sebagai terobosan agar masalah kemandirian ekonomi kita bisa hadir. Jadi tidak jadi, insyaallah OK OCE tetap ada di semua daerah," kata Sandiaga saat meninjau pelatihan kewirausahaan & pameran produk OK OCE Melawai, di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Sandiaga Klaim OK OCE Sudah Cetak 100.000 Pengusaha di Jakarta

Dalam acara itu, Sandiaga sempat melihat-lihat berbagai produk yang dihasilkan oleh peserta OK OCE. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga sempat berbincang dengan para peserta.

Menurut dia, program OK OCE yang ia rancang bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membuat bisnis para pesertanya berkembang pesat. Oleh karena itu, ia ingin program OK OCE ini tak hanya dirasakan oleh para pelaku usaha di ibu kota.

"Karena saya mengalami sendiri, tadinya saya kerja kantoran, begitu di PHK ternyata waktu buka usaha bisa bermanfaat bagi oorang banyak," kata dia.

Saat ditanya wartawan usai acara, Sandiaga menegaskan bahwa pengembangan program OK OCE tanpa dukungan pemerintah sangat mungkin dilakukan. Kendati demikian, ia tetap berharap bahwa pemerintah terpilih nantinya tetap mendukung program ini.

Baca juga: Tak Beri Modal, OK OCE Hanya Bantu Akses Pinjaman ke Bank DKI

"Alhamdulillah kalau pemerintah bergabung. Tapi kalau pemerintah tidak bergabung karena kepentingan politik dan sebagainya, kita bisa jalan sendiri. Dan sudah dirasakan manfaatnya, betul ya ibu-ibu?" kata Sandiaga kepada ibu-ibu yang mendampinginya.

Menurut Sandiaga, saat ini program OK OCE sendiri sudah masuk ke beberapa provinsi besar seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa wilayah di Sumatera. Program ini berkembang cepat karena minat masyarakat yang tinggi untuk berwirausaha.

"Jadi ini adalah dampak buat masyarakat yang kita pikirkan. Kita depolitisasi gerakan OK OCE ini dan terbukti sudah di DKI dan beberapa daerah yang ingin oke oce ini level nasional," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wasekjen DPP Golkar: Kartu Prakerja Beri Peluang Peningkatan Keterampilan

Wasekjen DPP Golkar: Kartu Prakerja Beri Peluang Peningkatan Keterampilan

Nasional
Pilkada Saat Pandemi: Anggaran Membengkak dan Harus Sesuai Protokol Kesehatan

Pilkada Saat Pandemi: Anggaran Membengkak dan Harus Sesuai Protokol Kesehatan

Nasional
Kemenlu: Hampir 79.000 WNI Telah Kembali dari Malaysia

Kemenlu: Hampir 79.000 WNI Telah Kembali dari Malaysia

Nasional
Kamis Ini, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana

Kamis Ini, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana

Nasional
Gugus Tugas: Belum Ada Vaksin Covid-19, Status Bencana Nasional Masih Diperlukan

Gugus Tugas: Belum Ada Vaksin Covid-19, Status Bencana Nasional Masih Diperlukan

Nasional
Penerapan New Normal dan Anggapan Terlalu Prematur

Penerapan New Normal dan Anggapan Terlalu Prematur

Nasional
Menpan RB Sebut Sistem Kerja ASN Fleksibel Saat New Normal

Menpan RB Sebut Sistem Kerja ASN Fleksibel Saat New Normal

Nasional
Polisi Diminta Tuntaskan Seluruh Kasus Dugaan Perbudakan ABK Indonesia

Polisi Diminta Tuntaskan Seluruh Kasus Dugaan Perbudakan ABK Indonesia

Nasional
Pemerintah Sebut Jakarta Salah Satu Provinsi yang Siap Relaksasi PSBB

Pemerintah Sebut Jakarta Salah Satu Provinsi yang Siap Relaksasi PSBB

Nasional
UPDATE: 23.851 Kasus Covid-19, Sejumlah Provinsi Disebut Tak Lagi Alami Penambahan Signifikan

UPDATE: 23.851 Kasus Covid-19, Sejumlah Provinsi Disebut Tak Lagi Alami Penambahan Signifikan

Nasional
Marak Praktik Perbudakan ABK WNI, Pemerintah Didesak Ratifikasi ILO 188

Marak Praktik Perbudakan ABK WNI, Pemerintah Didesak Ratifikasi ILO 188

Nasional
Ketua DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data Covid-19 Sebelum Terapkan 'New Normal'

Ketua DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data Covid-19 Sebelum Terapkan "New Normal"

Nasional
49 WNI Positif Covid-19 di Malaysia Berasal dari Klaster Depo Tahanan Imigrasi dan Konstruksi

49 WNI Positif Covid-19 di Malaysia Berasal dari Klaster Depo Tahanan Imigrasi dan Konstruksi

Nasional
Ini Keinginan Iman Brotoseno Setelah Dilantik Jadi Dirut TVRI

Ini Keinginan Iman Brotoseno Setelah Dilantik Jadi Dirut TVRI

Nasional
Masyarakat Galang Petisi Penundaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Masyarakat Galang Petisi Penundaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X