Pemerintah Akan Tempuh Tiga Strategi Fiskal Untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 20/05/2019, 14:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memaparkan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal Tahun Anggaran 2020 di Jakarta, Senin (20/5/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memaparkan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal Tahun Anggaran 2020 di Jakarta, Senin (20/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan bahwa pemerintah akan menempuh tiga strategi makro fiskal tahun anggaran 2020 untuk menstimulasi perekonomian sehingga dapat tumbuh pada level yang cukup tinggi.

Ketiga strategi makro fiskal tersebut, pertama, mobilisasi pendapatan untuk pelebaran ruang fiskal. Kedua, kebijakan spending better untuk efisiensi belanja dan meningkatkan belanja modal pembentuk aset.

Dan ketiga, mengembangkan pembiayaan yang kreatif serta mitigasi risiko untuk mengendalikan liabilitas.

"Berdasarkan tema kebijakan fiskal tahun 2020, pemerintah akan menempuh tiga strategi makro fiskal," ujar Sri Mulyani saat menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna ke 17 DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Waketum Gerindra Tolak Bayar Pajak, Ini Respons Sri Mulyani

Menurut Sri Mulyani, mobilisasi pendapatan negara dilakukan baik dalam bentuk optimalisasi penerimaan perpajakan maupun reformasi pengelolaan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Di sisi lain, reformasi perpajakan yang diupayakan pemerintah juga terus merespons perkembangan ekonomi, serta mendorong daya saing investasi dan ekspor melalui pemberian insentif fiskal.

"Pemerintah terus berupaya meningkatkan tax ratio," ucapnya.

Selain itu, kata Sri Mulyani, pemerintah juga mengalokasikan belanja untuk menjaga stabilitas dan antisipasi ketidakpastian. termasuk untuk mitigasi risiko bencana alam.

Sejalan dengan tujuan tersebut, pemerintah mendorong belanja yang lebih berkualitas atau spending better.

Hal ini dilaksanakan melalui penghematan belanja barang secara masif, penguatan belanja modal, reformasi belanja pegawai, peningkatan efektivitas.

Termasuk, ketepatan sasaran belanja, bantuan sosial dan subsidi serta penguatan belanja transfer ke daerah dan dana desa.

"Dengan berbagai upaya tersebut belanja negara dalam tahun 2020 diperkirakan mencapai kisaran 14,4 - 15,4 persen terhadap PDB (Pendapat Domestik Bruto)," kata Sri Mulyani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X