Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Jakarta Timur dan Bekasi

Kompas.com - 20/05/2019, 12:08 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).KOMPAS.com/Devina Halim Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris bernama Muhamad Sahdi (MS) alias Abu Fatih (41) dan Armeidi (A) alias Abu Mufid (49) pada Senin (20/5/2019).

Keduanya ditangkap di dua tempat yang berbeda.

MS ditangkap di Taman Mahoni, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sedangkan A di Perumahan Taman Tridaya Indah II, Kecamatan Tambun, Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

Tertangkapnya MS dan A berkembang setelah Densus 88 menangkap tersangka teroris Endang alias Abu Rafi di Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/5/2019).

Baca juga: Fakta Terduga Teroris di Bogor, 6 Buah Bom Disiapkan untuk Target 22 Mei di Gedung KPU

 

"Ya betul penangkapan tersebut. Saat ini sudah diperiksa dan dikembangkan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo kepada Kompas.com, Senin (20/5/2019).

Penangkapan MS, lanjut Dedi, terjadi pada pukul 09.30 WIB. Sedangkan A ditangkap pukul 09.00 WIB.

Meski demikian, hingga saat ini MS dan A belum teridentifikasi mengenai jaringan teroris yang keduanya ikuti.

Sebelumnya, dari serangkaian pemeriksaan dan olah TKP oleh Mabes Polri sejak Jumat (17/5/2019) hingga Sabtu (18/5/2019), polisi mendapati sejumlah rencana aksi yang akan dilakukan pengikut jaringan teroris Firki Abu Hamzah tersebut.

Baca juga: Terduga Teroris di Bogor Hendak Ledakan Bom Saat Penetapan Hasil Pemilu di Depan Kantor KPU

Salah satu target dari jaringan ISIS di Indonesia ini adalah membuat kekacauan pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang di Gedung KPU, Jakarta.

Dedi mengungkapkan, tersangka Endang sudah menyiapkan enam buah bom rakitan siap ledak yang rencananya akan digunakan pada saat aksi 22 Mei 2019.

Bom rakitan tersebut memiliki daya ledak tinggi atau high explosive dengan berbahan TATP dan nitrogliserin.

Bom beserta bahan peledak tersebut ditemukan saat polisi melakukan penangkapan terhadap Endang di rumahnya, di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X