Klarifikasi Sepekan: Polemik Sumbangan Kasir Indomaret, "Quick Count", hingga Penanganan Kasus Makar

Kompas.com - 20/05/2019, 03:28 WIB
Ilustrasi MashableIlustrasi
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

Selain itu, Ronnie mengungkapkan bahwa dirinya datang ke Bawaslu dan diminta sebagai ahli, bukan saksi ahli. Sebab, ia tidak menyaksikan apa-apa, tetapi sebagai dosen tetap UI yang mengajar statistik methoda kuantitatif/statistik di MM-UI dari tahun 1990-1997.

Ronnie juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menuliskan dan mengucapkan (secara verbal) kalimat: "semua anggota Bawaslu dan KPU hanya plonga-plongo melihat rumus-rumus yang disajikan beliau."

Baca juga: [KLARIFIKASI] Disinformasi Saat Ahli UI Paparkan Kesahihan Quick Count

Buaya Bawa Potongan Kaki di Bekasi

Sebuah video yang menampilkan buaya sedang berenang di sungai dan membawa kaki manusia beredar di media sosial Twitter dan YouTube pada Selasa (14/5/2019).

Video tersebut disebut berada di muara Kali Blacan, Bekasi, Jawa Barat karena di video dibubuhkan tag lokasi. Ada juga yang menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Diketahui video berdurasi 26 detik itu, diunggah oleh salah satu pengguna Twitter M Nailul Author, @AluSirajuddin pada Selasa (14/5/2019).

Menanggapi hal itu, Komandan Pos SAR Baubau, Susandi Padli memastikan bahwa kejadian itu di Buton, dan bukan Bekasi.

"Saat itu saya dan tim Badan SAR Nasional (Basarnas) hanya fokus menangani musibah yang menimpa warganya, sehingga (korban) segera dievakuasi pada saat itu," ujar Susandi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Korban bernama Darlin Uti (30), warga Desa Kinapani, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Darlin tewas diterkam buaya ketika sedang menyelam di Sungai Malaoge di Desa Kinapani pada 12 April 2019.

Peristiwa itu bermula saat korban bersama adiknya, Darlan, sedang menambang pasir di Sungai Malaoge dengan menggunakan mesin pompa. Namun, ketika mesin mengalami gangguan, Darlin turun ke sungai dan langsung diterkam buaya.

Susandi mengungkapkan bahwa tim SAR hanya berhasil mengevakuasi korban, sementara buaya masih dalam pencarian oleh tim SAR.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Video Buaya Bawa Potongan Kaki Terjadi di Buton, Bukan Bekasi

Dituding Telantarkan Jenazah, Ini Penjelasan Lion

Sebuah unggahan berisi ungkapan kekecewaan warganet mengenai maskapai Lion Air yang menelantarkan jenazah yang akan diterbangkan dari Jakarta menuju Batam ramai di media sosial Instagram pada Selasa (14/5/2019).

Disebutkan bahwa pihak Lion Air diduga tidak memiliki rasa manusiawi karena meninggalkan jenazah bernama Akila tanpa ada pemberitahuan sama sekali dengan keluarga.

Selain itu, dalam pesan juga dijelaskan, pihak keluarga tidak menumpang cuma-cuma, namun telah membayar Rp 10,5 juta untuk satu awak tersebut.

Mengetahui hal itu, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur operasi standar dan prinsip penerimaan kargo HUM (human remains) pada penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

"Berdasarkan data reservasi yang dilaporkan oleh pihak ketiga kepada Lion Air, untuk pendamping terbang dengan Lion Air nomor JT-378 yang berangkat pukul 13.17 WIB dan mendarat pada 14.33 WIB," ujar Danang saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (15/5/2019).

Danang mengungkapkan bahwa sebelum HUM masuk ke acceptence desk, petugas di bandara keberangkatan telah memastikan terkait aktual sesuai reservasi pembelian tiket penumpang dan kargo.

Prosedur terssebut dilakukan untuk menantukan ruang kargo, jadwal keberangkatan, nomor penerbangan, dan kemasan harus sesuai syarat pengangkutan jenazah melalui angkutan udara.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Dituding Telantarkan Jenazah, Ini Penjelasan Lion Air

Tuduhan ketidakadilan penanganan kasus makar

Kasus seorang pemuda berinisial HS (25) yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo mendapat perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Pengamanan Pilkada Belum Tuntas, Mendagri Peringatkan Pemda

Anggaran Pengamanan Pilkada Belum Tuntas, Mendagri Peringatkan Pemda

Nasional
Dalam Eksepsinya, Jaksa Pinangki Sebut Djoko Tjandra Kenalkan Diri sebagai Joe Chan

Dalam Eksepsinya, Jaksa Pinangki Sebut Djoko Tjandra Kenalkan Diri sebagai Joe Chan

Nasional
September-November Beberapa Wilayah Indonesia Terdampak La Nina, Kecuali Sumatera

September-November Beberapa Wilayah Indonesia Terdampak La Nina, Kecuali Sumatera

Nasional
UPDATE: Sebaran 4.284 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dan Jabar

UPDATE: Sebaran 4.284 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dan Jabar

Nasional
Hingga 30 September, Pemerintah Telah Periksa 3.321.898 Spesimen Terkait Covid-19

Hingga 30 September, Pemerintah Telah Periksa 3.321.898 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 30 September: Ada 132.693 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 30 September: Ada 132.693 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Gaya Hidup Tinggi, Jaksa Pinangki Mengaku Punya Banyak Harta dari Almarhum Suami

Gaya Hidup Tinggi, Jaksa Pinangki Mengaku Punya Banyak Harta dari Almarhum Suami

Nasional
4.510 Pasien Sembuh dari Covid-19 dalam Sehari, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

4.510 Pasien Sembuh dari Covid-19 dalam Sehari, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

Nasional
Curhat ke Jokowi, Pedagang Ini Mengaku Bangkrut akibat Pandemi

Curhat ke Jokowi, Pedagang Ini Mengaku Bangkrut akibat Pandemi

Nasional
UPDATE 30 September: Ada 61.321 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 30 September: Ada 61.321 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Mendagri Akui Masih Ada Kerumunan di Masa Awal Pilkada 2020

Mendagri Akui Masih Ada Kerumunan di Masa Awal Pilkada 2020

Nasional
UPDATE 30 September: Bertambah 139, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 10.740 Orang

UPDATE 30 September: Bertambah 139, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 10.740 Orang

Nasional
Jokowi Tanya Corona Itu Apa, Pedagang: Itu Setan, Pak

Jokowi Tanya Corona Itu Apa, Pedagang: Itu Setan, Pak

Nasional
BMKG: Beberapa Wilayah Mulai Masuk Musim Hujan pada Oktober

BMKG: Beberapa Wilayah Mulai Masuk Musim Hujan pada Oktober

Nasional
UPDATE 30 September: Tambah 4.510 Orang, Pasien Covid-19 Sembuh Kini 214.947

UPDATE 30 September: Tambah 4.510 Orang, Pasien Covid-19 Sembuh Kini 214.947

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X