Ada Bisik-bisik di Internal PDI Perjuangan, Puan Maharani Diplot Jadi Ketua DPR RI...

Kompas.com - 18/05/2019, 11:19 WIB
Menko PMK Puan Maharani selaku Ketua Dewan Pengarah APG 2018 didaulat membawa bendera merah putih untuk dikibarkan di tiang utama Stadion GBK, Sabtu (6/10/2018).Dok Kemenko PMK Menko PMK Puan Maharani selaku Ketua Dewan Pengarah APG 2018 didaulat membawa bendera merah putih untuk dikibarkan di tiang utama Stadion GBK, Sabtu (6/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PDI Perjuangan memang belum membahas secara formal siapa yang akan mengisi kursi Ketua DPR RI periode 2019-2024. Namun, ada bisik-bisik di internal partai berlambang banteng moncong putih. Puan Maharani-lah yang akan duduk di kursi tersebut.

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Erico Sotarduga ketika berbincang dengan wartawan di halaman kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

"Untuk Ketua DPR, walaupun secara etika masih jauh, di internal kami juga belum ada pembicaraan formal mengenai siapa ketua DPR nanti, tapi non-formalnya kita memang sudah ada berbisik-bisik. Jadi, kalau memang diminta oleh ketua umum pendapat, tapi kami sudah punya masukanlah," ujar Erico.

Baca juga: Disebut Jadi Calon Kuat Ketua DPR, Ini Komentar Puan Maharani


"Kalau dari sudut internal kami enggak ada lagi yang lain. Memang beliaulah (Puan Maharani) yang paling tepat dan paling pas," lanjut dia.

Setidaknya ada tiga faktor yang melatari nama Puan. Pertama, pengalaman Puan di dunia politik dinilai sudah cukup menempatkan dirinya menjadi pimpinan di lembaga legislatif.

Kedua, pengalaman tersebut membuat koneksinya luas. Erico mengatakan, Puan memiliki hubungan yang sangat baik dengan hampir seluruh elemen politik Tanah Air.

Baca juga: Bambang Soesatyo Anggap Puan Maharani Kompeten Jadi Ketua DPR

"Ketika beliau menjabat sebagai ketua fraksi, dengan partai2 lain kita pun sangat mudahlah. Begitu juga hubungan relasional dengan Presiden dekat sekali, karena beliau kan masih menterinya sampai sekarang," ujar Erico.

Kedekatan khususnya dengan Presiden Jokowi inilah yang juga dinilai penting. Jika Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menetapkan Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pemilu, maka komunikasi dengan parlemen akan lebih mudah apabila Puan menjadi pimpinannya.

Dampak positifnya, program pemerintah untuk rakyat dapat berjalan mulus tanpa hambatan di Senayan.

Baca juga: Puan Maharani Disebut-sebut Calon Kuat Ketua DPR 2019-2024

Faktor ketiga, yakni kepemimpinan Puan dinilai sudah mumpuni. Meskipun dinilai masih berusia muda, namun determinasinya dalam memutuskan kebijakan-kebijakan politik partai dinilai sudah cukup baik.

"Walaupun beliau masih muda, kami sering meminta masukan. Saat beliau ketua fraksi, beliau banyak memutuskan banyak hal mengenai apapun, baik hubungan dengan partai lain, keputusan-keputusan yang harus dilakukan partai. Di samping itu kan beliau sudah tiga periode menjadi DPP," ujar Erico.

Baca juga: Cak Imin: Puan Maharani Mungkin Jadi Perempuan Pertama yang Jabat Ketua DPR

Meski demikian, Erico berkali-kali mengingatkan, nama Puan baru sebatas bisik-bisik di internal partai.

Semua akan dikembalikan ke mekanisme yang diputuskan oleh Ketua Umum. Proses formal mengenai pimpinan DPR juga akan dibahas usai KPU menetapkan hasil Pemilu 2019.

Kompas TV Puan Maharani memilih untuk menyerahkan posisi Ketua DPR kepada mekanisme partai yang berlaku di Dpp PDI-P. Puan mengaku akan ada pembahasan di internal partai setelah KPU mengumumkan hasil Pemilu. #KetuaDPR #PuanMaharani

 



Terkini Lainnya

Klarifikasi Sepekan: Polemik Sumbangan Kasir Indomaret, 'Quick Count', hingga Penanganan Kasus Makar

Klarifikasi Sepekan: Polemik Sumbangan Kasir Indomaret, "Quick Count", hingga Penanganan Kasus Makar

Nasional
Hoaks Sepekan: Pengancam Jokowi, Aksi Gangster, hingga BPJS Beri Rp 2 Juta

Hoaks Sepekan: Pengancam Jokowi, Aksi Gangster, hingga BPJS Beri Rp 2 Juta

Nasional
Airlangga Hartarto: Sejak Reformasi, Baru Pertama Kali Golkar Menangkan Capres

Airlangga Hartarto: Sejak Reformasi, Baru Pertama Kali Golkar Menangkan Capres

Nasional
Tanggapi Airlangga, Jokowi Sebut Wajar Partai Golkar Ingin Kursi Ketua MPR

Tanggapi Airlangga, Jokowi Sebut Wajar Partai Golkar Ingin Kursi Ketua MPR

Nasional
Jokowi: Namanya Kalah Ya Pasti Tidak Puas, tetapi Ikuti Mekanisme

Jokowi: Namanya Kalah Ya Pasti Tidak Puas, tetapi Ikuti Mekanisme

Nasional
Ketum Golkar: Yang Tak Puas Hasil Pemilu Jangan Cari Solusi di Jalanan

Ketum Golkar: Yang Tak Puas Hasil Pemilu Jangan Cari Solusi di Jalanan

Nasional
Ditanya Keinginan Bertemu Prabowo, Ini Tanggapan Jokowi

Ditanya Keinginan Bertemu Prabowo, Ini Tanggapan Jokowi

Nasional
Rekapitulasi KPU: Golkar Unggul di Sulsel, Nasdem dan Gerindra Masuk Tiga Besar

Rekapitulasi KPU: Golkar Unggul di Sulsel, Nasdem dan Gerindra Masuk Tiga Besar

Nasional
Ferdinand Hutahaean: Saya Berhenti Mendukung Prabowo-Sandiaga

Ferdinand Hutahaean: Saya Berhenti Mendukung Prabowo-Sandiaga

Nasional
Jokowi-Jusuf Kalla Hadiri Acara Buka Puasa Partai Golkar

Jokowi-Jusuf Kalla Hadiri Acara Buka Puasa Partai Golkar

Nasional
Saksi BPN Prabowo-Sandi Tolak Tanda Tangan Rekapitulasi Suara di Sulsel Meski Unggul

Saksi BPN Prabowo-Sandi Tolak Tanda Tangan Rekapitulasi Suara di Sulsel Meski Unggul

Nasional
Rekapitulasi KPU: Prabowo-Sandiaga Ungguli Jokowi-Ma'ruf di Sulawesi Selatan

Rekapitulasi KPU: Prabowo-Sandiaga Ungguli Jokowi-Ma'ruf di Sulawesi Selatan

Nasional
Pengacara Eggi Sudjana Ingin Hadirkan Ahli dan Gelar Perkara Bersama Penyidik

Pengacara Eggi Sudjana Ingin Hadirkan Ahli dan Gelar Perkara Bersama Penyidik

Nasional
Pengacara Sebut Eggi Sudjana Bertindak Selaku Advokat, Sehingga Tak Bisa Dipidana

Pengacara Sebut Eggi Sudjana Bertindak Selaku Advokat, Sehingga Tak Bisa Dipidana

Nasional
Ada Ancaman Teroris, Bawaslu Percaya kepada TNI dan Polri Soal Pengamanan 22 Mei

Ada Ancaman Teroris, Bawaslu Percaya kepada TNI dan Polri Soal Pengamanan 22 Mei

Nasional

Close Ads X