Petugas Pemilu yang Meninggal Dunia Bertambah Jadi 486

Kompas.com - 16/05/2019, 19:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah penyelenggara pemilu ad hoc yang meninggal dunia bertambah menjadi 486 orang. Selain itu, sebanyak 4.849 lainnya dilaporkan sakit.

Angka ini mengacu pada data Komisi Pemilihan Umum (KPU) per Kamis (16/5/2019).

"Update hingga 16 Mei 2019 jam 10.00, yang meninggal 486, sakit 4.849," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Penyelenggara yang dimaksud meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik yang datang ke Kota Medan dalam rangka meninjau proses rekapitulasi di tingkat kecamatan, Jumat (26/4/2019)KOMPAS.com / MEI LEANDHA Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik yang datang ke Kota Medan dalam rangka meninjau proses rekapitulasi di tingkat kecamatan, Jumat (26/4/2019)
Jika dibandingkan data KPU, Jumat (10/5/2019), jumlah penyelenggara pemilu meninggal bertambah sebanyak 17 orang. Sedangkan yang sakit bertambah jadi 247 orang.

Baca juga: Cegah Politisasi, UGM Bentuk Pokja Kaji Meninggalnya Petugas Pemilu

Penyelenggara pemilu yang meninggal maupun sakit sebagian besar disebabkan karena kelelahan dan kecelakaan.

KPU memberikan santunan bagi penyelenggara pemilu yang meninggal dunia dan sakit. Rencana tersebut telah disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Proses pemberian santunan diberikan secara berjenjang.

"Kami menyerahkannya berjenjang, tentu setelah memverifikasi teman-teman kabupaten tinggal memberitahukan kepada kita dan mengirimkan nama-nama yang akan diberikan santunan, kemudian nanti kalau seluruh administrasi sudah beres, tentu kemudian akan ditransfer melalui rekening," ujar Evi.

Baca juga: Bawaslu Sesalkan Politisasi Meninggalnya Petugas Pemilu

Besaran santunan dikelompokkan menjadi empat.

Pertama, santunan bagi penyelenggara pemilu yang meninggal dunia adalah sebesar Rp 36 juta, selanjutnya santunan bagi penyelenggara pemilu cacat permanen Rp 36 juta.

Besaran santunan untuk penyelenggara pemilu yang luka berat Rp 16,5 juta, dan untuk yang luka sedang sebesar Rp 8,25 juta.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X