Moeldoko: Prabowo Itu Patriot, Kesatria

Kompas.com - 16/05/2019, 17:49 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/5/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/5/2019).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meyakini calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak akan melakukan tindakan inkonstitusional yang menyebabkan perpecahan di masyarakat. Sebab, ia menyebut Prabowo memiliki jiwa patriot.

"Kalau saya melihat Pak Prabowo itu seorang yang patriotik ya. Seorang yang kesatria, perlu digaris bawahi, sama lah, kita sama sama tentara, harus ksatria muncul," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

"Saya yakin Pak Prabowo memiliki itu. Hanya jangan yang di bawahnya itu malah melakukan hal-hal yang keluar dari pemikiran bosnya," sambung mantan Panglima TNI ini.

Baca juga: Polarisasi Dikhawatirkan Berlanjut jika Prabowo Tak Mau ke MK

Ia mencontohkan sikap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyerukan kepada pendukung Prabowo-Sandi agar tak membayar pajak apabila Jokowi kembali memenangi Pilpres 2019. Ia menilai pernyataan Arief itu merupakan pendidikan politik yang tak baik.

"Menurut saya itu lah, orang partai politik malah memberikan pembelajaran politik yang enggak bagus kepada masyarakat. Menurut saya enggak benar itu lah," kata Moeldoko.

Moeldoko menegaskan, setelah presiden hasil pilpres 2019 dilantik nanti, harusnya tak ada lagi pembelahan kubu 01 atau pun 02. Semuanya harus kembali bersatu menjadi masyarakat Indonesia.

"Jadi kalau menjadi warga negara Indonesia ya hak dan kewajiban harus diikuti, jangan menyerukan begitu, itu pendidikan politik yang enggak benar," kata Moeldoko.

Baca juga: Waketum Gerindra Minta Pendukung Prabowo Tak Akui Hasil Pilpres 2019

Sebelumnya, Prabowo menyatakan penolakan terhadap perhitungan resmi yang dilakukan oleh KPU karena dinilai penuh kecurangan.

BPN Prabowo-Sandi pun mengklaim mereka memenangi Pilpres 2019 dengan perolehan suara 54,24 persen dan Jokowi-Maruf Amin 44,14 persen.

Meski mengklaim ada kecurangan, namun kubu Prabowo mengaku tidak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Kompas TV Diduga diwarnai kecurangan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi menolak hasil rekapitulasi suara yang sedang dilaksanakan KPU. Menanggapi sikap tersebut Komisi Pemilihan Umum menyatakan siap adu data dalam forum rekapitulasi. #bpnprabowosandi #kpu #bawaslu

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X