Ketika OSO Goda Zulkifli Hasan di Depan Jokowi soal Pilihan Politik...

Kompas.com - 15/05/2019, 20:47 WIB
Presiden Joko Widodo, Senin (13/5/2019), berbuka puasa bersama di rumah Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) di Jalan Karang Asem Utara, Kuningan, Jakarta Selatan. KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo, Senin (13/5/2019), berbuka puasa bersama di rumah Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) di Jalan Karang Asem Utara, Kuningan, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) sempat menggoda Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan soal pilihan politik dalam Pilpres 2019.

Candaan itu dilontarkan OSO saat memberi sambutan dalam acara buka puasa bersama di rumahnya, Rabu (15/5/2019).

Acara tersebut juga dihadiri Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh lainnya.

Awalnya, Ketua Umum Partai Hanura itu menyinggung dukungan penuh partainya untuk Jokowi.

Baca juga: OSO: Ini Hari Terakhir Saya Buka Puasa Bersama DPD RI...

"Kalau Pak Zul waktu buka puasa MPR, dia bilang 'Saya tidak mendukung Pak Jokowi tetapi berteman'" ujar OSO di rumahnya, Jalan Karang Asem Utara, Jakarta, Rabu.

Beberapa hari sebelumnya, Jokowi menghadiri acara buka puasa bersama di rumah dinas Zulkifli Hasan.

Ketika itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu mengajak semua pihak untuk merajut Merah Putih.

Dia mencontohkan, bagaimana ia dan Jokowi yang berbeda secara politik, tapi bisa tetap berkomunikasi dengan baik.

Terkait itu, OSO justru fokus terhadap sikap Jokowi menyikapi Zulkifli.

Baca juga: OSO Sebut Wiranto Penyebab Hanura Kalah dalam Pileg 2019

 

"Itu hebatnya Pak Jokowi, mau berteman sama orang yang tidak mendukung," kata OSO sambil tertawa.

Pada acara ini, posisi duduk Zulkifli tepat berada di depan Jokowi. Zulkifli dan Jokowi kemudian saling memandang dan tertawa bersama mendengar pernyataan OSO.

Adapun, sejumlah pimpinan lembaga ikut berbuka puasa bersama di rumah OSO seperti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, dan Jaksa Agung M Prasetyo.

Selain itu, hadir juga sejumlah pimpinan partai politik seperti Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa, Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, dan lainnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

Nasional
Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

Nasional
Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

Nasional
Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

Nasional
1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

Nasional
Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

Nasional
Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

Nasional
Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

Nasional
Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

Nasional
Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

Nasional
Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

Nasional
UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

Nasional
Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Nasional
UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X