TKN Nilai Dasar Penolakan Prabowo atas Hasil Pemilu Hanya Asumsi

Kompas.com - 15/05/2019, 11:54 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa (14/5/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANCalon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa (14/5/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menyayangkan penolakan hasil perhitungan suara Pemilu oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Sebab, penolakan itu tidak didasari oleh data dan fakta yang jelas.

"Karena yang dilakukan hanyalah asumsi dan semacam wacana telah curang, tapi curangnya dimana, siapa yang melakukan, bagaimana model dan modusnya tidak juga kita dapatkan informasi itu dari pak Prabowo," kata Karding saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: TKN: Penolakan Hasil Pemilu Prabowo Hanya Letupan Emosi

Menurut Karding, penolakan hasil pemilu itu terlalu cepat, mestinya Prabowo menunggu penetapan hasil Pemilu tanggal 22 Mei 2019.


Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding memberi keterangan pada wartawan di Hotel Sultan jelang debat kelima Pilpres 2019, Sabtu (13/4/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding memberi keterangan pada wartawan di Hotel Sultan jelang debat kelima Pilpres 2019, Sabtu (13/4/2019).

"Belum masa-masa pengumuman, belum saat nya karena belum tanggal 22 Mei, harusnya tahapan pemilu itu ditunggu dulu," ujarnya.

Baca juga: Demokrat Dukung Prabowo Tolak Hasil Pemilu kecuali Ada Upaya Mengadu Rakyat

Selanjutnya, Karding mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu adalah lembaga yang dijamin oleh undang-undang, seharusnya Prabowo dan partai koalisi pendukungnya memberikan kepercayaan kepada penyelenggara pemilu tersebut.

"Hal itu menunjukkan bahwa pak Prabowo tidak dapat berlaku bijak dan negarawan karena dapat dikatakan bahwa beliau tidak menghargai hukum yang ada di Indonesia, artinya beliau tidak siap kalah dan tidak siap menang sesuai komitmen kampanye damai," pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan KPU.

Baca juga: Demokrat Minta Prabowo Buktikan Kecurangan Pemilu di MK

Pasalnya, Prabowo menganggap telah terjadi kecurangan selama penyelenggaraan pemilu, dari mulai masa kampanye hingga proses rekapitulasi hasil perolehan suara yang saat ini masih berjalan.

"Saya akan menolak hasil penghitungan suara pemilu, hasil penghitungan yang curang," ujar Prabowo saat berbicara dalam acara 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X