Sandiaga Singgung soal Politik Uang pada Acara Ungkap Kecurangan Pemilu

Kompas.com - 14/05/2019, 16:53 WIB
Sandiaga Uno saat membuka acara bertajuk Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinSandiaga Uno saat membuka acara bertajuk Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyinggung soal politik uang pada Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu disampaikan Sandiaga saat membuka acara bertajuk 'Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

"Kami mencium aroma poltik uang yang sangat tajam di Pilpres 2019," kata Sandiaga disambut sorak sorai para pendukungnya.

Sandiaga lalu menyinggung adanya orang penting di lingkar kekuasaan yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Baca juga: BPN Prabowo-Sandiaga Bakal Ungkap Kecurangan Pilpres, Ini Tanggapan Bawaslu

Menurut Sandiaga, ia ditangkap dengan barang bukti berupa uang yang sudah dimasukkan kedalam 400.000 amplop. Amplop itu diduga untuk kepentingan serangan fajar padaPemilu 2019.

Ia tak menyebut nama orang tersebut. Sebelumnya, KPK menangkap politisi Golkar Bowo Sidik Pangarso dengan bukti uang berisi amplop seperti yang disampaikan Sandiaga.

Baca juga: Selasa Sore, Prabowo-Sandiaga Ungkap Data Dugaan Kecurangan Pilpres 2019

Sandiaga menambahkan, pihaknya juga menerima laporan masifnya politik uang ini di bebrbagai penjuru Tanah Air.

"Jadi masyarakat setengah dipaksa untuk memilih calon tertentu," kata Sandiaga.

Pada acara ini, Prabowo Subianto beserta para elite Badan Pemenangan Nasional (BPN) juga turut hadir. Rencananya, sejumlah tokoh akan menjelaskan secara teknis mengenai dugaan kecurangan yang terjadi di Pilpres 2019.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X