Romahurmuziy Titip Pesan ke Pengacara soal Pencabutan Praperadilan

Kompas.com - 14/05/2019, 16:12 WIB
Pengacara Romahurmuziy, Maqdir Ismail (kanan) bersiap mengikuti sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (6/5/2019). Sidang tersebut beragendakan membacakan permohonan atau gugatan yang sebelumnya diajukan oleh mantan Ketum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPengacara Romahurmuziy, Maqdir Ismail (kanan) bersiap mengikuti sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (6/5/2019). Sidang tersebut beragendakan membacakan permohonan atau gugatan yang sebelumnya diajukan oleh mantan Ketum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com-Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy meminta agar pengacaranya Maqdir Ismail tidak membocorkan rencana pencabutan praperadilan.

Romy berpesan agar sikapnya itu hanya disampaikan di dalam ruang sidang, sebelum hakim membacakan putusan.

Baca juga: Apa Alasan Romahurmuziy Cabut Gugatan Praperadilan?

"Kemudian, saya juga dipesan sama Beliau (Romy), supaya ini hanya boleh disampaikan kalau sudah di persidangan," ujar Maqdir saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Menurut Maqdir, pada Selasa pagi, tiba-tiba Romy memintanya datang ke rumah sakit tempat Romy menjalani rawat inap. Pengacara kemudian bertemu Romy pada pukul 11.00 WIB, atau dua jam sebelum putusan praperadilan dibacakan hakim di PN Jaksel.

Baca juga: Dua Tersangka Kasus Romahurmuziy Segera Disidang

Sesuai perintah Romy, Maqdir kemudian menyampaikan surat pencabutan praperadilan saat persidangan dimulai. Hakim tunggal sempat menanyakan apakah putusan masih perlu disampaikan.

Namun, kuasa hukum KPK yang diwakili tim Biro Hukum KPK meminta agar putusan tetap dibacakan oleh hakim. Akhirnya, hakim tetap membacakan putusan yang pada amarnya menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan Romy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X