Data Bawaslu: 2.548 Orang Pengawas Pemilu Sakit, Kecelakaan, dan Meninggal di Pemilu 2019

Kompas.com - 13/05/2019, 17:16 WIB
Logo Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, di gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Logo Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, di gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar membenarkan data baru Bawaslu mengenai jumlah jajaran pengawas Pemilu yang mengalami sakit, kekerasan, dan meninggal dunia di sejumlah daerah. Totalnya berjumlah 2.548 orang.

Namun, ia belum memastikan apakah pengawas Pemilu tersebut meninggal saat Pemilu saja atau termasuk saat kampanye.

"Saya harus cek lagi. Sepertinya keseluruhan (saat kampanye dan Pemilu)," kata Fritz di Kantor Bawaslu, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Polemik Penyelenggara dan Pengawas Pemilu yang Meninggal Dunia

Dari data yang diterima Kompas.com, per Senin (13/5/2019) pukul 09:00 WIB, tercatat 20 orang pengawas Pemilu mengalami kekerasan atau penganiayaan, 92 orang meninggal dunia, dan 435 orang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kemudian, sebanyak 273 mengalami kecelakaan, 24 orang mengalami luka berat, ringan dan keguguran serta 1.704 menjalani sakit dan rawat jalan.

 

Baca juga: Bawaslu: 33 Pengawas Pemilu Meninggal

Fritz mengatakan, kekerasan yang dialami pengawas pemilu disebabkan karena ada beberapa orang yang tidak senang dengan Panwaslu.

"Bisa saja ada orang yang nggak senang dengan pengawas pemilu, atau ada saat pengawas minta sesuatu tapi orang tersebut nggak mau," pungkasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X