Bertemu Kivlan Zen di Tempat Rahasia

Kompas.com - 13/05/2019, 08:02 WIB
Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zen (tengah) menghadiri unjuk rasa menuntut diusutnya dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Polisi membubarkan unjuk rasa  tersebut karena tidak memiliki surat tanda terima pemberitahuan unjuk rasa. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra./hp. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAMantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zen (tengah) menghadiri unjuk rasa menuntut diusutnya dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Polisi membubarkan unjuk rasa tersebut karena tidak memiliki surat tanda terima pemberitahuan unjuk rasa. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra./hp.

"TAHUN 1998 juga Pak Kivlan yang menjadi komandan bisnis Pamswakarsa gagal mempertahankan Pak Habibie (sebagai presiden)," ucap politisi Partai Demokrat, Andi Arief, melalui pesan singkat.

"Pamswakarsa telah membawa korban rakyat cukup banyak di mana masa pro demokrasi diadu dengan Pamswakarsa. Rakyat puluhan tewas, Pak Kivlan mendapat untung dari bisnisnya," kata Andi lagi. 

“Andi Arief itu yang setan gundul!” kata mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief terlibat perang pernyatan dengan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

Sebelumnya, Andi menulis pernyataan di Twitter yang menyebut angka 62 persen yang diklaim sebagai kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019 sebagai bisikan setan gundul yang tak berdasar.

Andi juga mengkritik Kivlan yang mengerahkan massa untuk berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Jakarta. Kivlan membalas dengan menyebut Andi Arief sebagai setan gundul.

Sepekan jelang pengumuman resmi KPU soal hasil pemilu, berbagai pernyataan yang saling serang antarkubu berseliweran, menaikkan eskalasi suhu politik di Indonesia.

Saya mencari Kivlan Zein untuk mewawancarainya. Kivlan sempat dicegah bepergian ke luar negeri. Polisi menyebut Kivlan akan pergi ke Brunei Darussalam melalui Batam.

Tak sampai 24 jam, surat cegah itu dicabut. Polisi mendapat jaminan bahwa Kivlan akan kooperatif dalam pemeriksaan yang dilakukan polisi. Kivlan dilaporkan atas tuduhan penyebaran berita bohong dan makar. Lagi pula, masa berlaku paspor Kivlan akan segera habis.

Saya bertemu Kivlan di tempat yang dirahasiakan. Untuk menemuinya, tim AIMAN membutuhkan waktu beberapa hari setelah ia dinyatakan terjerat kasus dugaan makar. Saya bertanya seputar tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X