ICW Dukung KPK yang Sudah Angkat 21 Penyidik Baru

Kompas.com - 12/05/2019, 18:43 WIB
Peneliti TII Alvin Nicola (paling kiri) dan peneliti ICW Kurnia Ramadhana (paling kanan) dalam diskusi Evaluasi Kinerja KPK 2015-2019 di Kantor ICW, Jakarta, Minggu (12/5/2019).DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Peneliti TII Alvin Nicola (paling kiri) dan peneliti ICW Kurnia Ramadhana (paling kanan) dalam diskusi Evaluasi Kinerja KPK 2015-2019 di Kantor ICW, Jakarta, Minggu (12/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Indonesia Corruption Watch ( ICW) Kurnia Ramadhana mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang sudah mengangkat 21 penyidik baru.

Ke-21 penyidik itu diketahui telah dilantik di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/4/2019). Mereka sebelumnya merupakan penyelidik yang mengikuti rangkaian pelatihan.

"Di sini sikap ICW dan koalisi (masyarakat sipil) sebenarnya mendukung KPK untuk mengangkat 21 penyidik baru, karena ini suplemen bagi pemberantasan korupsi ke depan," kata Kurnia, di kantor ICW, Minggu (12/5/2019).

Baca juga: Pimpinan KPK Sudah Berdiskusi dengan Penyidik KPK dari Kepolisian soal Kritik Internal

Kurnia mempertanyakan adanya kritik di internal KPK soal pengangkatan penyidik baru tersebut. Ia menilai, kritik tersebut aneh.

"Karena KPK selama ini mengeluh kekurangan SDM (Sumber Daya Manusia). KPK dihadapkan dengan perkara yang cukup banyak, perkara besar, kasus e-KTP, Century, BLBI, dan di sisi lain ada OTT (operasi tangkap tangan)," kata dia.

Ia memandang, friksi di internal KPK bisa mengganggu konsentrasi KPK dalam pemberantasan korupsi.

"Seharusnya, tidak ada lagi friksi di internal KPK yang memprotes pengangkatan penyidik baru KPK. Karena ini kan menjadi vitamin baru bagi KPK. Karena KPK selama ini mengatakan kekurangan SDM, seharusnya pengangkatan 21 orang tersebut dimaknai positif," kata dia.

Kurnia berharap, jajaran KPK fokus pada perbaikan kualitas tata kelola SDM dan melakukan konsolidasi dengan menuntaskan gesekan di internal lembaga.

Sebelumnya, kritik pengangkatan penyidik baru itu disampaikan lewat surat terbuka yang ditandatangani 42 penyidik KPK yang berasal dari kepolisian.

Baca juga: KPK Diharap Serius Perbaiki Tata Kelola SDM

Dalam surat terbuka itu, para penyidik dari kepolisian mengkritik pengangkatan sejumlah penyelidik internal KPK menjadi penyidik.

Dalam perkembangannya, pimpinan KPK sudah bertemu dengan penyidik KPK dari kepolisian untuk membahas kritik tersebut.

Pimpinan KPK menegaskan, komposisi Direktorat Penyidikan KPK berasal dari berbagai sumber, yaitu internal, kepolisian dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X