Densus 88 Dalami Bahan-bahan Pembuat Bom yang Disita dari Pimpinan JAD Bekasi

Kompas.com - 10/05/2019, 21:15 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).KOMPAS.com/Devina Halim Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mendalami bahan-bahan pembuat bom yang disita dari pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) Bekasi yang berinisial EY.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan aparat mendalami kemungkinan adanya bahan serupa di tempat berbeda atau telah diberikan ke jaringan lain.

"Densus mendalami ini, apakah bahan-bahan sebanyak ini apakah cuma segini atau ada di beberapa tempat, dan apakah bahan ini juga sudah diberikan pada jaringan-jaringan EY," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

EY diketahui memiliki kemampuan untuk merakit bom dan juga berperan sebagai penyandang dana dari jaringan tersebut. Dana tersebut ia dapatkan dari toko reparasi telepon genggam yang dimiliki.


Baca juga: Polisi Masih Kejar Belasan Terduga Teroris Anggota JAD Bekasi

Menurutnya, bahan-bahan pembuat bom tersebut dapat didapatkan di toko kimia secara umum.

Namun, Dedi menambahkan, untuk merakit bom dari bahan kimia tersebut memang dibutuhkan keahlian khusus.

"Dia punya kemampuan basic kimia punya, karena ini bentuknya cairan, beda dengan low explosive dibuat secara konvensional, itu kan lebih banyak serbuk, ini cairan, diuji coba terus sama dia," tutur Dedi.

Untuk pengawasan penjualan bahan kimia tersebut, Dedi mengatakan bahwa regulasinya dikeluarkan oleh menteri terkait.

Baca juga: Pimpinan JAD Bekasi Belajar Cara Merakit Bom dari Media Sosial

"Mabes polri tidak bisa berdiri sendiri, ada Kementerian terkait, ada Kementerian Perindustrian, Perdagangan, ada beberapa kementerian terkait menyangkut masalah jual beli produk kimia, nanti regulasinya dari menteri terkait, yang akan juga memperketat penjualan benda kimia itu," ungkapnya.

Sebelumnya, EY ditangkap di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, yang ditangkap pada Rabu (8/5/2019). Dari EY, polisi menyita dua bom pipa yang sudah jadi, pisau, serta bahan dan alat pembuat bom lainnya.

Selain EY, polisi juga menangkap anak buahnya yang berinisal YM di daerah Rawalumbu, Kota Bekasi, di hari yang sama. Polisi menyita barang bukti dari YM berupa laptop, telepon genggam, serta remote control pemicu bom.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X