Zulkifli Dijadwalkan Buka Puasa Bersama Jokowi, TKN Anggap Contoh Baik dari Elite Bangsa

Kompas.com - 10/05/2019, 14:44 WIB
Presiden Joko widodo (tengah) berbincang dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional dalam acara buka puasa bersama Pimpinan MPR, di Rumah Dinas Ketua MPR, Jakarta, Jumat (2/6/2017). KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPresiden Joko widodo (tengah) berbincang dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional dalam acara buka puasa bersama Pimpinan MPR, di Rumah Dinas Ketua MPR, Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan dijadwalkan akan buka puasa bersama dengan Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat (10/5/2019).

Juru bicara Tim Kampanye Nasional ( TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily berpendapat kegiatan buka puasa ini merupakan kegiatan kenegaraan antara lembaga MPR dan presiden.

Meski demikian, pertemuan itu bisa menjadi contoh baik bagi elite pasca-Pilpres 2019.

Baca juga: Ini Kata Sandiaga soal Pertemuan Zulkifli Hasan dan Jokowi di Istana

"Tentu pertemuan buka puasa bersama ini setidaknya menunjukkan kepada masyarakat bahwa elite-elite bangsa secara institusi antara presiden dan ketua MPR memang seharusnya tidak terganggu akibat pilpres ini," ujar Ace di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat.

Adapun, acara buka puasa bersama itu rencananya digelar di rumah dinas Zulkifli Hasan di Jalan Widya Chandra.

Ace mengatakan, sudah seharusnya silaturahim antara pimpinan lembaga negara dijalin. Tujuannya untuk menciptakan suasana kondusif setelah Pemilihan Presiden 2019. Momen Ramadhan juga dinilai tepat digunakan untuk memulai silaturahim itu.

Baca juga: Jokowi Buka Puasa Bersama Pimpinan Lembaga Negara, Fahri Hamzah hingga Zulkifli Hasan Hadir

Namun, Ace merasa pertemuan itu tidak perlu buru-buru dipandang sebagai sinyal berkoalisi. Meskipun kesempatan bagi partai lain untuk berkoalisi tetap terbuka, Ace mengatakan waktunya bukan sekarang. Saat ini, kata Ace, adalah waktunya menjalin kembali komunikasi dengan semua pihak.

"Karena yang terpenting buat kita sekarang ini suasana pascapilpres betul-betul harus diciptakan iklim yang kondusif terlebih dahulu. Jangan sampai ada pertentangan yang begitu tajam akibat polarisasi Pilpres 2019," ujar Ace.

Kompas TV 1.Presiden Jokowi mengadakan buka bersama di Istana Negara, Jakarta. Hadir piminan DPR Fahri Hamzah hingga ketua MPR Zulkifli Hasan. Di hadapan pimpinan lembaga negara, Presiden kembali tegaskan keseriusannya untuk pindahkan Ibu Kota. 2. Polisi amankan satu mobil yang angkut ribuan formulir c1 dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang diduga menguntungkan satu pasangan capres-cawapres. 3. Pemerintah menilai ada pihak yang coba menghasut masyarakat agar berbuat melanggar hukum pascapemilu termasuk mencoba mengadu domba TNI dengan Polri

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Punya Perjanjian Ekstradisi, Begini Cara Pemerintah Bawa Maria Pauline Lumowa dari Serbia....

Tak Punya Perjanjian Ekstradisi, Begini Cara Pemerintah Bawa Maria Pauline Lumowa dari Serbia....

Nasional
Klaster Baru Penularan Covid-19 di Secapa AD yang Belum Diketahui Sumbernya...

Klaster Baru Penularan Covid-19 di Secapa AD yang Belum Diketahui Sumbernya...

Nasional
Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi dan 'Lampu Merah' dari Presiden Jokowi

Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi dan "Lampu Merah" dari Presiden Jokowi

Nasional
[POPULER NASIONAL] Rekam Jejak Maria Pauline Lumowa | Rekor Kasus Baru Covid-19

[POPULER NASIONAL] Rekam Jejak Maria Pauline Lumowa | Rekor Kasus Baru Covid-19

Nasional
Akhir Pelarian Tersangka Pembobol Bank BNI Setelah 17 Tahun Buron

Akhir Pelarian Tersangka Pembobol Bank BNI Setelah 17 Tahun Buron

Nasional
Indonesia Mampu Produksi Alat Rapid Test, per Unit Harganya Rp 75.000

Indonesia Mampu Produksi Alat Rapid Test, per Unit Harganya Rp 75.000

Nasional
Menko PMK: Tidak Ada Alasan Tak Percaya Diri dengan Ventilator Dalam Negeri

Menko PMK: Tidak Ada Alasan Tak Percaya Diri dengan Ventilator Dalam Negeri

Nasional
Pemerintah Akan Beri Sanksi RS dengan Tarif Rapid Test di Atas Rp 150.000

Pemerintah Akan Beri Sanksi RS dengan Tarif Rapid Test di Atas Rp 150.000

Nasional
Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X