Megawati: Kenapa Bisa Banyak yang Sampai Meninggal?

Kompas.com - 09/05/2019, 22:40 WIB
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bertemu dengan cawapres nomor urut 01 Maruf Amin di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Kamis (9/5/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bertemu dengan cawapres nomor urut 01 Maruf Amin di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Kamis (9/5/2019).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita atas meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Dia sendiri heran kenapa Pemilu 2019 bisa menjatuhkan banyak korban.

"Sudah saya sampaikan kenapa bisa banyak itu yang sampai meninggal. Kami dari PDI-Perjuangan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada mereka," ujar Megawati di rumahnya, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Megawati pun mengapresiasi kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pemilu 2019 ini. Namun, dia berharap meninggalnya ratusan petugas KPPS bisa menjadi pelajaran bagi KPU untuk pemilu ke depan.

Baca juga: Menkes: Petugas KPPS Meninggal karena Serangan Jantung hingga Infeksi Otak


"Supaya hal-hal ini dijadikan pembelajaran, dievaluasi untuk tata cara yang akan datang," kata dia.

Berdasarkan data terakhir, Selasa (7/5/2019) pukul 16.00 WIB, jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia sebanyak 456 orang.

Sementara itu jumlah petugas KPPS yang sakit juga bertambah menjadi 4.310 orang. Jumlah itu belum termasuk petugas dari Bawaslu dan Kepolisan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X