Viral Pesawat TNI AU Akan Ikut Tradisi Bangunkan Sahur, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 08/05/2019, 13:34 WIB
Salah satu pesawat Tempur TNI AU saat melakukan kegiatan terbang malam.Sandriani Permani (via Dispen AU) Salah satu pesawat Tempur TNI AU saat melakukan kegiatan terbang malam.

KOMPAS.com — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara ( TNI AU) melalui akun Twitter, @_TNIAU, menyatakan akan melakukan kegiatan membangunkan sahur dengan menerbangkan pesawat tempur di wilayah udara beberapa kota.

Dalam twit tersebut, beberapa kota yang disebut akan dilintasi oleh pesawat tempur milik TNI AU adalah Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, Klaten, dan Sragen.

Namun, rupanya kegiatan tersebut bukan difokuskan semata-mata untuk membangunkan sahur masyarakat yang hendak menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyiasati waktu terbang bagi para penerbang tempur TNI AU selama bulan Ramadhan.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Subdinas Penerangan Umum AU Kolonel Sus M Yuris saat dihubungi Kompas.com Rabu (8/5/2019) siang.

"Misi utama bukan membangunkan sahur, tapi maintain kemampuan terbang malam atau subuh bagi penerbang tempur TNI AU," kata Yuris.

Baca juga: Penerjunan Kotawaringin, Asal Mula Terbentuknya Paskhas TNI AU

Terbang di waktu subuh atau jam-jam sahur selama bulan Ramdhan menjadi opsi yang paling mungkin diambil sebab para penerbang tempur yang menjalankan puasa tidak diperkenankan menerbangkan pesawat di atas pukul 10.00.

"Pukul 10.00 pagi adalah batas waktu yang diberikan oleh tim medis untuk terbang di saat puasa karena lebih dari waktu itu, kadar gula darah sudah menurun dan tidak fit untuk terbang kecuali membatalkan puasa jika diperlukan," kata Yuris.

Dalam kondisi berpuasa, setelah pukul 10.00, para penerbang hanya diperkenankan untuk siap siaga operasi, tidak menerbangkan pesawat kecuali dalam kondisi darurat dan membatalkan puasanya.

"Bagi penerbang tempur Muslim, jika ingin tetap berpuasa, mereka hanya boleh standby operasi setelah pukul 10.00 pagi kecuali dalam keadaan darurat yang mengharuskan scramble," kata Yuris.

Proses persiapan terbang malam TNI AUSandriani Permani (via Dispen AU) Proses persiapan terbang malam TNI AU
Jadi, penerbangan di waktu subuh atau sahur ini, selain menyiasati waktu terbang para penerbang tempur Muslim yang berpuasa, juga sekaligus dapat juga membangunkan masyarakat untuk makan sahur.

"Jadi terbang subuh dan membangunkan masyarakat untuk sahur adalah combined mission,” ucap Yaris.

Penerbangan ini memang menimbulkan suara cukup bising. Sebab, suara dihasilkan pesawat-pesawat tempur saat diterbangkan rendah di atas permukiman warga.

"Ada sequence training yang mengharuskan penggunaan afterburner,  dan ini suaranya menggelegar pada ketinggian rendah," tutur Yuris.

Baca juga: Tradisi Tembak Meriam Jelang Buka Puasa di Sarajevo..

Sejauh ini, Yuris belum dapat menginformasikan kapan kegiatan ini akan dilakukan karena masih dalam proses diskusi internal.

"Sedang didiskusikan internal di skuadron. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut di Twitter TNI AU," ujarnya.

Kegiatan terbang pada waktu subuh atau sahur seperti ini sudah dilakukan oleh TNI AU sejak beberapa tahun lalu jika menginjak bulan Ramadhan. Kegiatan ini biasanya menggunakan dua jenis pesawat tempur dengan formasi tertentu.

"Biasanya F16 dan T50i. Formasi dua pesawat, leader dan wingman," kata Yuris.

Yuris berujar, kegiatan terbang subuh sekaligus membangunkan sahur ini dapat mendekatkan TNI AU dengan masyarakat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X