Kompas.com - 08/05/2019, 07:50 WIB
Ace Hasan Syadzily KOMPAS.com/HaryantipuspasariAce Hasan Syadzily

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menilai pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sengaja ingin mencari perhatian dunia internasional.

Dia mengacu pada pertemuan terbatas yang digelar Prabowo-Sandiaga dengan media asing. Dalam pertemuan itu, Prabowo-Sandiaga membahas kecurangan dalam Pemilu 2019.

"Pertemuan Prabowo dengan media asing ingin mencari perhatian dunia internasional atas pemilu yang dilakukan di Indonesia, bahkan mencari dukungan internasional," ujar Ace melalui keterangan tertulis, Selasa (7/5/2019).

Baca juga: Prabowo: Kami Coba Jelaskan ke Dunia soal Kecurangan Pemilu yang Terbuka

"Kami sangat percaya bahwa masyarakat Internasional tidak akan mudah percaya atas tuduhan kecurangan itu. Apalagi tuduhan kecurangan itu tanpa disertai bukti dan data yang meyakinkan," tambah dia.

Menurut Ace, Prabowo akan sulit meyakinkan media asing mengenai narasi kecurangan pemilu yang dibuat kubu 02. Sebab masyarakat dunia ikut menjadi pemantau dalam Pemilu 2019 ini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahkan mengajak para pemantau asing untuk melihat langsung proses pemilu pada 17 April lalu.

Baca juga: Spanduk Kemenangan Prabowo-Sandiaga di Bantul Dilepas Satpol PP

Tidak hanya KPU, Ace mengatakan TKN Jokowi-Ma'ruf juga memberi kesempatan kepada media asing untuk berinteraksi. Namun TKN Jokowi-Ma'ruf tidak menyampaikan narasi kecurangan seperti kubu Prabowo-Sandiaga.

"Kami mengundang media asing untuk melihat war room penghitungan suara C1 agar mereka melihat langsung proses rekapitulasi C1 versi kami yang bukan hoaks, klaim sepihak, dan halusinasi belaka," kata Ace.

Ace pun yakin media asing tidak akan begitu saja termakan dengan narasi kecurangan kubu Prabowo-Sandiaga.

Baca juga: Sandiaga Tak Keberatan Balihonya dengan Prabowo Diturunkan di Bekasi

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar pertemuan atau press briefing dengan wartawan media asing.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Mensos Risma Terma Hibah Mesin Braile Embosser Senilai Rp 350 Juta

Mensos Risma Terma Hibah Mesin Braile Embosser Senilai Rp 350 Juta

Nasional
Pengurus GKI Yasmin Tuntut Pemerintah Bogor Segera Buka Segel Gereja

Pengurus GKI Yasmin Tuntut Pemerintah Bogor Segera Buka Segel Gereja

Nasional
Perubahan Sikap Menpan-RB Dinilai Indikasi Pemerintah Dukung Pemecatan 75 Pegawai KPK

Perubahan Sikap Menpan-RB Dinilai Indikasi Pemerintah Dukung Pemecatan 75 Pegawai KPK

Nasional
Penderita Asma Patut Waspadai Covid-19, Begini Penjelasan Dokter...

Penderita Asma Patut Waspadai Covid-19, Begini Penjelasan Dokter...

Nasional
Menag Ingatkan Lagi Masyarakat agar Disiplin Patuhi Panduan Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Menag Ingatkan Lagi Masyarakat agar Disiplin Patuhi Panduan Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Nasional
Viral Video TNI Kerahkan Tank Untuk Penyekatan Mudik di Perbatasan Bekasi-Bogor, Ini Penjelasan TNI AD

Viral Video TNI Kerahkan Tank Untuk Penyekatan Mudik di Perbatasan Bekasi-Bogor, Ini Penjelasan TNI AD

Nasional
Wapres: Pemerintah Harap UU Soal Wakaf Direvisi

Wapres: Pemerintah Harap UU Soal Wakaf Direvisi

Nasional
Kasus Suap ke Penyidik KPK, Sekretaris Daerah Tanjungbalai Diperiksa

Kasus Suap ke Penyidik KPK, Sekretaris Daerah Tanjungbalai Diperiksa

Nasional
Wapres: Pemanfaatan Teknologi Digital Tingkatkan Transparansi dan Kredibilitas Pengelolaan Wakaf

Wapres: Pemanfaatan Teknologi Digital Tingkatkan Transparansi dan Kredibilitas Pengelolaan Wakaf

Nasional
UPDATE: Tambah 11 di Taiwan, Total 4.528 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 11 di Taiwan, Total 4.528 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Pemerintah Diminta Jelaskan ke Publik Terkait WNA Masuk di Tengah Larangan Mudik

Pemerintah Diminta Jelaskan ke Publik Terkait WNA Masuk di Tengah Larangan Mudik

Nasional
Wapres Sebut Kepercayaan Publik Soal Pengelolaan Wakaf Harus Ditingkatkan

Wapres Sebut Kepercayaan Publik Soal Pengelolaan Wakaf Harus Ditingkatkan

Nasional
Cegah Panen Kasus Covid-19, Pemerintah Diminta Tertibkan Kerumunan di Pasar dan Pusat Perbelanjaan

Cegah Panen Kasus Covid-19, Pemerintah Diminta Tertibkan Kerumunan di Pasar dan Pusat Perbelanjaan

Nasional
Jumat Ini, KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Jumat Ini, KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Nasional
Wapres Usul Pembelajaran tentang Wakaf Masuk Kurikulum Sekolah

Wapres Usul Pembelajaran tentang Wakaf Masuk Kurikulum Sekolah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X