Mantan Menkeu Agus Martowardojo Tak Penuhi Pemeriksaan Kasus E-KTP

Kompas.com - 07/05/2019, 21:16 WIB
Agus Martowardojo. Dok Bank IndonesiaAgus Martowardojo.

JAKARTA, KOMPAS com - Mantan Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (7/5/2019).

Agus dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Ia rencananya diperiksa untuk tersangka mantan anggota Komisi II DPR, Markus Nari.

"Ada satu saksi kasus pengadaan KTP elektronik yang tidak hadir, yaitu Agus Martowardojo. Ini mantan Menteri Keuangan, direncanakan diperiksa untuk tersangka MN. Belum kami peroleh informasi terkait dengan alasan ketidakhadiran saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kasus E-KTP, KPK Panggil Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo

KPK belum memutuskan kapan Agus akan dipanggil lagi terkait pemeriksaan kasus ini.

Markus merupakan tersangka kedelapan dalam kasus ini. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus e-KTP sejak 2017.

KPK menahan Markus pada Senin (1/4/2019) malam. Dalam kasus e-KTP, Markus diduga berperan dalam memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran e-KTP.

Pada tahun 2012, saat itu dilakukan proses pembahas anggaran untuk perpanjangan proyek e-KTP sekitar Rp 1,4 triliun.

Baca juga: Eks Anggota DPR Markus Nari, Tersangka ke-8 Kasus E-KTP, Ditahan KPK

Markus diduga meminta uang kepada Irman, pejabat Kemendagri saat itu. Markus diduga meminta uang kepada Irman sebanyak Rp 5 miliar.

Sebagai realisasi permintaan tersebut, Markus diduga telah menerima sekitar Rp 4 miliar.

Sebelumnya, Markus juga sudah berstatus tersangka dalam perkara menghalangi proses hukum kasus korupsi e-KTP.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X