Jokowi-Ma'ruf Unggul di Kuwait, Dubai, hingga Seoul

Kompas.com - 06/05/2019, 21:34 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di sejumlah wilayah di luar negeri.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilu luar negeri yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (6/5/2019), paslon nomor urut 01 itu unggul di beberapa kota seperti Kuwait, Dubai, hingga Seoul.

Di Kuwait, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 1.294, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 1.177 suara.

"Perolehan suara pasangan calon 01, 1.294 dan pasangan calon 02, 1.177," kata Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuwait, Zulkipli Abdullah Usin saat membacakan hasil rekapitulasi di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).

Baca juga: Real Count Sementara KPU di Kota Tangerang: Jokowi-Maruf Hanya Unggul di 1 Kecamatan

WNI yang terdaftar sebagai pemilih di Kuwait sebanyak 3.969. Dari jumlah tersebut, yang menggunakan hak pilihnya berjumlah 2.510 pemilih.

Dari angka 2.150, sebanyak 39 suara dinyatakan tidak sah. Dengan demikian, jumlah surat suara sah sebanyak 2.111.

Sementara itu, di Dubai, Uni Emirat Arab, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan suara 1.738; Prabowo-Sandi mendapat 1.147 suara.

Jumlah total suara 2.915, tetapi sebanyak 30 suara dinyatakan tidak sah. Sehingga, total jumlah suara sah 2.885.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, proses rekapitulasi suara Dubai berjalan lancar karena tidak ada kendala secara administrasi. Proses rekapitulasi selesai hanya dalam waktu 22 menit.

"Rekapitulasi Dubai Alhamdulillah bisa lebih cepat karena secara administrasi memang tidak ada persoalan yang penting," kata Wahyu.

Baca juga: Real Count KPU, Jokowi-Maruf Unggul di Kabupaten Merauke Papua

Pasangan Jokowi-Ma'ruf juga mengungguli Prabowo-Sandi di Seoul, Korea Selatan.

Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 4.797 suara.

"Perolehan pasangan calon 01, 7.094 dan perolehan pasangan calon 02, 2.297," kata Ketua Panitia Penyelenggara Luar Negeri (PPLN) Seoul, Huda Ulinuha, saat membacakan hasil rekapitulasi di Kantor KPU.

Jumlah pemilih di wilayah ini mencapai 30.287. Namun, pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya 7.187.

Dari 7.187 suara masuk, 94 di antaranya dinyatakan tidak sah. Sehingga, jumlah suara sah sebanyak 7.093.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Menteri, PPP Sebut Ibarat SP II

Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Menteri, PPP Sebut Ibarat SP II

Nasional
Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolda, Berikut Perubahannya

Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolda, Berikut Perubahannya

Nasional
UPDATE: Tambah 27, Pasien Sembuh Covid-19 Klaster Secapa AD Kini 1.120 Orang

UPDATE: Tambah 27, Pasien Sembuh Covid-19 Klaster Secapa AD Kini 1.120 Orang

Nasional
Respons Pihak Djoko Tjandra, Kejagung: Jaksa Eksekusi Putusan PK, Bukan Penahanan

Respons Pihak Djoko Tjandra, Kejagung: Jaksa Eksekusi Putusan PK, Bukan Penahanan

Nasional
5 Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, 113.134 Kasus dan Kegiatan yang Wajib Diwaspadai

5 Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, 113.134 Kasus dan Kegiatan yang Wajib Diwaspadai

Nasional
Mendagri Minta Sekolah Adakan Simulasi Sebelum KBM Tatap Muka

Mendagri Minta Sekolah Adakan Simulasi Sebelum KBM Tatap Muka

Nasional
Berkaca dari Sejarah Pandemi Flu: Tak Ada Konspirasi, Miliki Rentang Waktu, dan Butuh Kebijakan Tegas

Berkaca dari Sejarah Pandemi Flu: Tak Ada Konspirasi, Miliki Rentang Waktu, dan Butuh Kebijakan Tegas

Nasional
Kemenristek Minta Publik Hati-hati Cermati Isu Penemuan Obat Covid-19

Kemenristek Minta Publik Hati-hati Cermati Isu Penemuan Obat Covid-19

Nasional
Melihat Kondisi Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi...

Melihat Kondisi Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi...

Nasional
Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, Kemenkes: Cari Informasi dari Sumber Terpercaya

Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, Kemenkes: Cari Informasi dari Sumber Terpercaya

Nasional
Rancangan Perpres Pelibatan TNI Berantas Terorisme Dikritik

Rancangan Perpres Pelibatan TNI Berantas Terorisme Dikritik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Penambahan Kasus Covid-19 | Hadi Pranoto Bukan Anggota IDI

[POPULER NASIONAL] Penambahan Kasus Covid-19 | Hadi Pranoto Bukan Anggota IDI

Nasional
Tuntutan 8 Tahun Penjara bagi Wahyu Setiawan

Tuntutan 8 Tahun Penjara bagi Wahyu Setiawan

Nasional
Mendagri Sarankan Sekolah Tatap Muka Disesuaikan Rekomendasi Satgas di Daerah

Mendagri Sarankan Sekolah Tatap Muka Disesuaikan Rekomendasi Satgas di Daerah

Nasional
Jokowi Sebut Transformasi Digital di Indonesia Masih Tertinggal

Jokowi Sebut Transformasi Digital di Indonesia Masih Tertinggal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X