Lolos ke Senayan, Puan Pilih jadi Anggota DPR Atau Tetap jadi Menteri?

Kompas.com - 06/05/2019, 16:38 WIB
Menteri Koordinator Pembangungan Manusia dan Kebudayaan memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi di NTB, di Jakarta, Jumat (5/10/2018). DOK Humas Kemenko PMKMenteri Koordinator Pembangungan Manusia dan Kebudayaan memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi di NTB, di Jakarta, Jumat (5/10/2018).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PDI-P Puan Maharani hampir pasti lolos ke Senayan. Berdasarkan penghitungan sementara, caleg PDI-P daerah pemilihan Jawa Tengah V itu sudah mengantongi cukup suara untuk mendapat satu kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Kan saya sudah hampir 3 kali jadi caleg di dapil tersebut, ya alhamdulillah mungkin masyarakat di sana sudah cukup mengenal saya," kata Puan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Puan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat di Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta yang telah memilihnya. Ia merasa popularitas sebagai cucu Proklamator Soekarno dan putri Presiden kelima Megawati Soekarnoputri cukup membantunya untuk lolos ke Senayan.

Kendati demikian, Puan sampai saat ini masih menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Tengah.

Baca juga: Sekjen PDI-P Sebut Puan Maharani, Johan Budi hingga Krisdayanti Lolos ke Parlemen

"Sampai hari ini saya belum final jadi saya tunggu aja hasil finalnya KPUD yang ada di daerah di Jateng sesuai dapil saya," kata dia.

Lalu, bagaimana status Puan sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan?

"Belum tahu, masih 6 bulan lagi loh Menko PMK.  Lagi pula pelantikan DPR dan (presiden) yang akan datang kan masih bulan Oktober, jadi belum mikir ke sana," kata dia.

Anggota DPR tak bisa merangkap jabatan sebagai menteri di kabinet. Puan mengaku belum tahu apakah memilih menjadi legislator atau tetap menjadi menteri di kabinet kerja.

Ia juga tidak tahu apakah Presiden sudah merencanakan perombakan kabinet bagi menteri-menterinya yang terpilih sebagai anggota DPR.

"Belum tahu saya.  Itu (reshuffle) tanya presiden hak prerogatifnya presiden.  Saya enggak tahu urusan itu," kata dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X