Menhan: Tak Ada Lagi 01 02, Waktunya Persatuan Indonesia

Kompas.com - 05/05/2019, 12:49 WIB
Menteri Pertahanan Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu (kedua kiri) berpidato dalam acara Panggung Gembira Ramadhan 1440 Hijriah Kementerian Pertahanan (Kemhan) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (5/5/2019). Acara tersebut menyosialisasikan semangat bela negara dan persatuan bangsa sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAMenteri Pertahanan Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu (kedua kiri) berpidato dalam acara Panggung Gembira Ramadhan 1440 Hijriah Kementerian Pertahanan (Kemhan) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (5/5/2019). Acara tersebut menyosialisasikan semangat bela negara dan persatuan bangsa sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali bersatu usai Pemilu 2019.

Terlebih, umat Muslim akan melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

Menhan mengungkapkan hal tersebut dalam acara Panggung Gembira Ramadhan 1440 Hijriah di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019) yang digelar Kemenhan.

"Acara ini untuk mendinginkan atmosfer yang memanas di tengah masyarakat kita selama Pemilu 2019. Kini tak ada lagi pendukung 01, 02, sekarang waktunya persatuan Indonesia," kata purnawirawan TNI berpangkat jenderal ini, seperti ditulis Antara.

Selain itu, lanjut dia, acara panggung gembira ini juga untuk mengajak masyarakat untuk meningkatkan pengendalian diri, khususnya bagi umat Islam sebagai bekal menghadapi bulan suci Ramadhan.

Baca juga: Menhan Berharap Semua Pihak Terima Hasil Pemilu dengan Lapang Dada

Dengan pengendalian diri, Ryamizard berharap bulan suci Ramadhan di Indonesia dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

Sejumlah hiburan, dari musik dangdut, musik pop, hingga musik khas Papua mewarnai acara yang bertema "Ayo! Tingkatkan pengendalian diri dan semangat bela negara demi persatuan bangsa" itu.

Kompas TV Sebanyak lima TPS di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menggelar pemungutan suara ulang dan pemungutan suara lanjutan, Minggu (5/5) pagi. Pemungutan suara ulang dan lanjutan ini dilakukan karena Bawaslu menemukan adanya pelanggaran administrasi dalam pelaksanan pemilu 17 April lalu. Kelima TPS yang menggelar pemungutan suara ulang dan pemungutan suara lanjutan tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Bangun-Tapan, Kasihan, dan Jetis. Sementara itu, walaupun masih ada TPS yang menggelar pemungutan suara ulang dan lanjutan, proses rekapitulasi suara di tingkat KPU kabupaten terus berjalan. Meski demikian, untuk proses pengesahannya akan menunggu hasil pemungutan suara ulang dan lanjutan dari kelima TPS ini. #PemungutanSuara #CoblosUlang #RekapitulasiKPU

 

 



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Harian Covid-19 Empat Kali Pecahkan Rekor dalam Sepekan, Begini Saran Ahli

Kasus Harian Covid-19 Empat Kali Pecahkan Rekor dalam Sepekan, Begini Saran Ahli

Nasional
Kampanye Pilkada Dimulai, KPU Minta Protokol Kesehatan Diterapkan

Kampanye Pilkada Dimulai, KPU Minta Protokol Kesehatan Diterapkan

Nasional
Pemerintah Susun Protokol Kesehatan Covid-19 untuk Keluarga

Pemerintah Susun Protokol Kesehatan Covid-19 untuk Keluarga

Nasional
Dinas Dukcapil Daerah Diminta Gandeng Petugas TPU, Ini Alasannya...

Dinas Dukcapil Daerah Diminta Gandeng Petugas TPU, Ini Alasannya...

Nasional
Rekor Covid-19 Terus Pecah, Jokowi Diminta Pimpin Langsung Penanggulangan

Rekor Covid-19 Terus Pecah, Jokowi Diminta Pimpin Langsung Penanggulangan

Nasional
Konfederasi Buruh Desak Presiden Jokowi Hentikan Pembahasan RUU Cipta Kerja

Konfederasi Buruh Desak Presiden Jokowi Hentikan Pembahasan RUU Cipta Kerja

Nasional
Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan, Jokowi Dinilai Makin Ingkar Janji

Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan, Jokowi Dinilai Makin Ingkar Janji

Nasional
JPU Masih Teliti Berkas Perkara Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

JPU Masih Teliti Berkas Perkara Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
Komisi X Sebut Klaster Pendidikan Ditarik dari RUU Cipta Kerja karena Banyak Penolakan

Komisi X Sebut Klaster Pendidikan Ditarik dari RUU Cipta Kerja karena Banyak Penolakan

Nasional
PDI-P Bentuk Tim Penegak Disiplin Partai saat Pilkada, Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

PDI-P Bentuk Tim Penegak Disiplin Partai saat Pilkada, Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Nasional
Sekeluarga Bisa Tes Usap Gratis Jika Ada Anggota Positif Covid-19

Sekeluarga Bisa Tes Usap Gratis Jika Ada Anggota Positif Covid-19

Nasional
Mendagri: Kampanye Pertemuan Terbatas Hanya di Daerah Sulit Sinyal

Mendagri: Kampanye Pertemuan Terbatas Hanya di Daerah Sulit Sinyal

Nasional
Operasi Yustisi 24 September: 143.260 Ditegur, Satu Disanksi Kurungan

Operasi Yustisi 24 September: 143.260 Ditegur, Satu Disanksi Kurungan

Nasional
Dirjen Dukcapil Minta Pemda Koreksi Angka Kematian

Dirjen Dukcapil Minta Pemda Koreksi Angka Kematian

Nasional
Alasan KPU Masih Bolehkan Kampanye Pertemuan Terbuka di Pilkada 2020

Alasan KPU Masih Bolehkan Kampanye Pertemuan Terbuka di Pilkada 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X