[HOAKS] Kepolisian Siap Tembak Perusuh yang Kerahkan "People Power"

Kompas.com - 02/05/2019, 17:04 WIB
Hoaks artikel yang diduga menginfokan Kepolisian akan tembak mati perusuh NKRI yang kerahkan People Power.https://ghsryhey7547ujrhzs.blogspot.com Hoaks artikel yang diduga menginfokan Kepolisian akan tembak mati perusuh NKRI yang kerahkan People Power.
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah artikel berjudul "HRS (Habib Rizieq Shihab) Akan Kerahkan People Power, POLRI: Kami Siap Tembak 'Mati' Perusuh NKRI Sekalipun Itu Cucu Nabi" yang diduga berisi kutipan dari Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian beredar di media sosial Facebook pada Selasa (30/4/2019).

Dalam artikel tersebut, Kapolri dinarasikan tidak akan segan-segan menembak mati pihak yang mengganggu NKRI, sekalipun pelakunya merupakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Namun, pihak kepolisian membantah artikel tersebut. Menurut polisi, isi artikel merupakan hoaks alias kabar bohong.


Narasi yang beredar:

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, artikel tersebut dimuat dalam salah satu blog bernama Safari News. Adapun artikel tersebut telah tayang pada Senin (29/4/2019).

Dalam artikel, disebutkan bahwa Kapolri Tito Karnavian menyarankan kepada pendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar tidak menggunakan cara yang tidak baik dalam menanggapi hasil hitung cepat dan rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum.

Saat ini, pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, masih unggul dalam quick count maupun real count KPU.

Menurut Kapolri, dalam artikel itu, cara tidak baik yang dilakukan adalah wacana people power yang juga diutarakan oleh Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

Sebab, apabila terjadi gerakan people power dikhawatirkan menimbulkan konflik besar dan seluruh anggota Polri akan mengamankan situasi.

"Seharusnya lebih baik melakukan rekonsiliasi, merajut kebersamaan yang baik atara kedua kubu (Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi)," ujar Tito Karnavian, dalam artikel itu.

Tak hanya itu, dalam artikel juga dibubuhkan video yang menampilkan Tito tengah memberi amanat kepada anggota Brigade Mobil (Brimob).

Dalam video, seorang anggota Brimob dengan tegas menjawab pertanyaan dari Tito mengenai tindakan yang segera dilakukan apabila dalam kasus mendadak ada orang membawa parang dan ingin membunuh masyarakat.

Penelusuran Kompas.com:

Menanggapi hal itu, Divisi Humas Polri melalui akun Instagram, @divisihumaspolri, mengklarifikasi bahwa konten yang beredar di Facebook itu merupakan hoaks.

"Kapolri, Jenderal Polisi Prof H Muhammad Tito Karnavian, tidak pernah mengeluarkan statement/pernyataan tersebut," tulis akun Divisi Humas Polri.

Selain itu, Kepala Biro Pelayanan Masyarakat Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo mengatakan bahwa video yang disematkan dalam artikel bohong itu merupakan video pengecekan pasukan di Polda Sumatera Utara.

"Itu video pengecekan pasukan kesiapsiagaan Pam (pengamanan) pemilu di Polda Sumatera Utara, Medan, bersama Panglima TNI pada awal April," ujar Dedi saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (2/5/2019).

Dedi juga menjelaskan bahwa tindakan Polri dalam kasus yang mendadak, seperti yang disebutkan dalam video merupakan tindakan Polri yang sesuai dengan SOP diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian dan Perkap Nomor 7 Tahun 2009 tentang Implementasi HAM.

Selengkapnya, baca juga: Beredar Hoaks Polisi Siap Tembak Perusuh yang Kerahkan People Power

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X