Sandiaga Sebut 99 Persen Ekonomi RI Digerakkan UMKM

Kompas.com - 02/05/2019, 15:20 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno di Kantor Kelurahan Kayu Manis, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno di Kantor Kelurahan Kayu Manis, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menyatakan 99 persen sektor ekonomi Indonesia digerakkan oleh unit Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM).

Maka dari itu, ia terus menggenjot program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE) hingga di seluruh Indonesia.

"99 persen ekonomi kita digerakkan oleh unit-unit usaha berstatus usaha kecil. Sebanyak 97,3 persen lapangan kerja diciptakan oleh usaha-usaha kecil dan menengah serta 60 persen produk domestik bruto kita disumbang oleh UMKM," ucap Sandiaga saat memberikan orasi ilmiah wisuda Universitas Muhamdiyah Jakarta (UMJ) di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis (2/5/2019).

Baca juga: Sandiaga: Kami Dukung Tim Independen Pencari Fakta Kecurangan

Untuk itu, lanjut Sandiaga, jika ekonomi Indonesia ingin maju dan mandiri, harus dimulai dengan mencetak pengusaha-pengusaha baru. Ia memprediksi usaha-usaha kecil akan dimulai dari para milenial.

Sandiaga menyebut jumlah wirausaha di Indonesia masih tiga persen dari populasi.

"Kita masih jauh tertinggal, idealnya harus 6 persen wirausaha dari populasinya. Thailand sudah 5 persen, Malaysia 6 persen, Singapura lebih tinggi lagi," paparnya.

Ia menyebut OK OCE telah mencetak 100.000 lebih pengusaha di DKI Jakarta.

Baca juga: Sandiaga Klaim OK OCE Sudah Cetak 100.000 Pengusaha di Jakarta

Sandiaga menjelaskan, program OK OCE memudahkan perizinan bagi anak muda untuk memulai usaha dalam bidang apapun. Menurut dia, tak aneh jika dalam dua tahun OK OCE mencetak 100.000 pengusaha.

Program tersebut, lanjutnya, akan terus berlanjut dan secara konkret memajukan perekonomian negara dalam mengurangi jumlah pengangguran.

"Alhamdulilah, pada 2018, jumlah penangguran di Jakarta turun sebanyak 20.000," jelasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X