Cerita Lulung Diteriaki Pendukung Prabowo Saat Kampanye Pileg

Kompas.com - 02/05/2019, 13:36 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Rabu (15/11/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Rabu (15/11/2017).
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon legislatif DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) Abraham Lunggana atau Lulung menceritakan pengalamannya ketika berkampanye untuk Pemilihan Legislatif 2019.

Lulung mengaku pernah diteriaki pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Padahal, dia juga merupakan pendukung Prabowo-Sandi dan berasal dari PAN yang bergabung dengan Koalisi Indonesia Adil Makmur.

"Waktu itu suatu hari, ada nih di wilayah Jakarta Utara. Saya belum sambutan, sudah ditolak tuh saya, diteriakin," ujar Lulung ketika dihubungi, Kamis (2/4/2019).

Baca juga: Lulung Yakin PAN Akan Raih 10 Kursi di DPRD DKI Berkat Dirinya

Dia meyakini orang yang meneriakinya adalah pendukung Prabowo-Sandi. Sebab orang tersebut berteriak sambil mengangkat dua jari yang sering jadi simbol dukungan untuk Prabowo-Sandiaga.

Rupanya, banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Lulung sudah pindah partai. Untuk diketahui, sebelumnya Lulung merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Itu Haji Lulung dari PPP. Jangan didukung, ngapain dia di situ," ujar Lulung mengulang teriakan orang tersebut.

Adapun, PPP dalam Pemilu 2019 ini merupakan partai pendukung Jokowi-Ma'ruf. Lulung pun menjelaskan kondisinya ketika mendapat kesempatan sambutan. Dia menjelaskan kepada warga bahwa sudah pindah ke PAN.

Sebab dia sudah dipecat oleh DPP PPP dari jabatannya sebagai ketua DPD PPP DKI Jakarta ketika itu. Lulung mengatakan, orang tersebut langsung meminta maaf kepadanya setelah mendengar penjelasan itu.

"Kata saya 'Iya enggak apa-apa, kan sampeyan belum tahu. Tapi lain kali enggak boleh teriak-teriak gitu. Kalau teriak-teriak gitu sampeyan provokasi'," ujar Lulung.

Lulung mengakui perjuangannya dalam Pileg kali ini lebih berat dari sebelumnya. Sebab dia maju dengan menggunakan kendaraan partai yang berbeda.

Selain itu, dia juga belum pernah mengikuti Pileg untuk tingkat DPR RI. Lulung sebelumnya adalah anggota DPRD DKI Jakarta selama dua periode.

Baca juga: Pindah Partai Lalu Jadi Caleg DPR, Lulung Yakin Lolos ke Senayan

Lulung menyiasati kondisi tersebut dengan cara memperbanyak blusukan. Tujuannya agar masyarakat mengetahui dia bukan caleg DPRD DKI dan bukan di PPP lagi.

"Jadi memang saya itu programnya adalah kemarin turun tiap hari ke lapangan, blusukan," kata dia.

Dia pun memprediksi berhasil lolos dalam Pileg ini. Adapun, dia merupakan caleg DPR dari daerah pemilihan Jakarta III.

Kompas TV Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno masih mempertimbangkan lokasi penampungan sementara untuk pedadang di Tanah Abang.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Periksa Tujuh Saksi Terkait Kasus Gratifikasi Nurhadi

KPK Periksa Tujuh Saksi Terkait Kasus Gratifikasi Nurhadi

Nasional
Mahasiswa UI Rancang Kapal Ambulans untuk Pasien Covid-19

Mahasiswa UI Rancang Kapal Ambulans untuk Pasien Covid-19

Nasional
Banyak ASN Positif Covid-19, Ketua MPR Minta Protokol Kesehatan Lembaga Diperketat

Banyak ASN Positif Covid-19, Ketua MPR Minta Protokol Kesehatan Lembaga Diperketat

Nasional
Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Menteri, PPP Sebut Ibarat SP II

Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Menteri, PPP Sebut Ibarat SP II

Nasional
Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolda, Berikut Perubahannya

Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolda, Berikut Perubahannya

Nasional
UPDATE: Tambah 27, Pasien Sembuh Covid-19 Klaster Secapa AD Kini 1.120 Orang

UPDATE: Tambah 27, Pasien Sembuh Covid-19 Klaster Secapa AD Kini 1.120 Orang

Nasional
Respons Pihak Djoko Tjandra, Kejagung: Jaksa Eksekusi Putusan PK, Bukan Penahanan

Respons Pihak Djoko Tjandra, Kejagung: Jaksa Eksekusi Putusan PK, Bukan Penahanan

Nasional
5 Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, 113.134 Kasus dan Kegiatan yang Wajib Diwaspadai

5 Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, 113.134 Kasus dan Kegiatan yang Wajib Diwaspadai

Nasional
Mendagri Minta Sekolah Adakan Simulasi Sebelum KBM Tatap Muka

Mendagri Minta Sekolah Adakan Simulasi Sebelum KBM Tatap Muka

Nasional
Berkaca dari Sejarah Pandemi Flu: Tak Ada Konspirasi, Miliki Rentang Waktu, dan Butuh Kebijakan Tegas

Berkaca dari Sejarah Pandemi Flu: Tak Ada Konspirasi, Miliki Rentang Waktu, dan Butuh Kebijakan Tegas

Nasional
Kemenristek Minta Publik Hati-hati Cermati Isu Penemuan Obat Covid-19

Kemenristek Minta Publik Hati-hati Cermati Isu Penemuan Obat Covid-19

Nasional
Melihat Kondisi Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi...

Melihat Kondisi Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi...

Nasional
Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, Kemenkes: Cari Informasi dari Sumber Terpercaya

Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, Kemenkes: Cari Informasi dari Sumber Terpercaya

Nasional
Rancangan Perpres Pelibatan TNI Berantas Terorisme Dikritik

Rancangan Perpres Pelibatan TNI Berantas Terorisme Dikritik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Penambahan Kasus Covid-19 | Hadi Pranoto Bukan Anggota IDI

[POPULER NASIONAL] Penambahan Kasus Covid-19 | Hadi Pranoto Bukan Anggota IDI

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X