Relawan Jokowi Beri Santunan ke Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal

Kompas.com - 02/05/2019, 08:38 WIB
Warga memakamkan jenazah Sunaryo (58) di Tempat Pemakaman Umum Rangkah, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/4/2019). Almarhum yang merupakan Ketua Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 13 Kelurahan Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) HajI, diduga karena kelelahan setelah menjalankan tugas di TPS. ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONOWarga memakamkan jenazah Sunaryo (58) di Tempat Pemakaman Umum Rangkah, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/4/2019). Almarhum yang merupakan Ketua Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 13 Kelurahan Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) HajI, diduga karena kelelahan setelah menjalankan tugas di TPS.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah kelompok relawan Jokowi berbelangsungkawa dengan banyaknya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia karena kelelahan dalam mengawal proses demokrasi pemilu 2019.

Mereka yang tergabung dalam beberapa organisasi relawan Jokowi berkunjung ke rumah duka untuk ikut berbela sungkawa sekaligus memberikan santunan.

Beberapa organisasi tersebut antara lain Masyarakat Pemerhati Pangan (MAPPAN) Indonesia, Pro Jokowi (Projo), Seknas-Jokowi, Bara-JP, Kornas-Jokowi, Duta Joko Widodo, Almisbat, GK-Jokowi, RPJB, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) dan Aksi Satu Hati Alumni UI Berbakti.

Mereka berkunjung ke rumah duka Ketua KPPS 025 Kapuk, almarhum Tutung Suryadi, Rabu (1/5/2019).


“Pilpres dan pileg adalah agenda konstitutional mengawal proses politik di Indonesia. Para pelaksananya tak bisa dianggap remeh karena merekalah sejatinya pengawal demokrasi kita. Tanpa mereka, proses demokrasi ini tak bisa berjalan,” kata Sekjen MAPPAN Indonesia Kapriyani, dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Baca juga: [UPDATE] Anggota KPPS yang Gugur Bertambah Jadi 336 dan Sakit 2.568

Kapriyani mengatakan, kedatangannya selain untuk berbela sungkawa, juga memberi dorongan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia menyebut, anggota KPPS meninggal saat sedang berbuat baik atau husnul khatimah.

“Mereka memberikan tenaga, pikiran, dan waktunya agar demokrasi Indonesia tetap kokoh. Mereka menjaga kemaslahatan umat,” katanya.

Kapriyani bersama organisasi lain juga memberikan santunan kepada keluarga almarhum.

“Nilai pengabdian mereka tak bisa ditukar dengan uang sejumlah apapun. Tapi ini bagian dari support kami kepada keluarga korban,” katanya.

Baca juga: KPU Siapkan Sekitar Rp 40 Miliar untuk Santunan KPPS yang Meninggal dan Sakit

Kapriyani menyayangkan peristiwa meninggalnya para anggota KPPS dipolitisasi pihak-pihak tertentu.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X