Nobel Perdamaian untuk Diplomasi Perdamaian NU-Muhammadiyah, Mungkinkah?

Kompas.com - 30/04/2019, 20:30 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis (7/2/2019). KOMPAS.com/ANDI HARTIKKetua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis (7/2/2019).

Selain itu, di beberapa kawasan krisis, semisal krisis Suriah, Yaman, atau Uighur di China, NU mendorong perdamaian, baik dengan mengirimkan delegasi maupun memberi dukungan moral untuk perdamaian di level internasional.

Muhammadiyah yang berkemajuan

Ormas Muhammadiyah juga berjasa penting dalam diplomasi keamanan dan resolusi konflik di Mindanao, Filipina Selatan, Filipina, serta konflik di Thailand Selatan, Thailand. Muhammadiyah mendorong perdamaian di kawasan Mindanao terkait dengan aksi kelompok separatis Abu Sayyaf. Di Thailand Selatan, Muhammadiyah menggunakan pendekatan soft-power untuk menciptakan stabilitas di kawasan itu, menggunakan jalur dakwah dan perdamaian.

World Peace Forum yang diprakarsai Muhammadiyah bersama dengan Center for Dialogue and Coorporation among Civilisations (CDCC), menjadi ruang bersama antar-aktivis nasional dan internasional untuk bersama menyiapkan gagasan serta menginisiasi perdamaian dunia.

Para pimpinan organisasi ini juga aktif menjadi aktor perdamaian level dunia, serta menjadi anggota International Contact Group (ICG) pada proses perdamaian antara MILF serta pemerintah Filipina.

Ketika terjadi krisis terhadap muslim Uighur, di provinsi Xinjiang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkeras pula mendesak pemerintah China menyelesaikan konflik seraya menawarkan diri sebagai juru damai.

“... Mengimbau kepada pemerintah Tiongkok untuk membuka diri dengan memberikan penjelasan yang sebenarnya mengenai keadaan masyarakat Uighur, dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional untuk mengatasi berbagai masalah dan tindakan yang bertentangan dengan kemanusiaan,” demikian pernyataan yang disampaikan Ketua Umum Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir pada 19 Desember 2018. 

Muhammadiyah juga mendesak PBB dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk menindaklanjuti kasus Uighur, seraya mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan internasional. Muhammadiyah menyatakan pula siap untuk menggalang dukungan kemanusiaan dan material untuk perdamaian.

Selain krisis muslim Uighur, Muhammadiyah pun bersikap lantang dalam kasus-kasus kemanusiaan di Timur Tengah, di antaranya kasus-kasus yang terjadi di Suriah, pada awal 2018.

Nobel Perdamaian, mungkinkah?

Dari jejak panjang NU dan Muhammadiyah dalam diplomasi perdamaian ini, Pusat Studi Keamanan UGM merekomendasikan Nobel Perdamaian untuk dua organisasi besar ini.

Tentu saja, Nobel Perdamaian bukan tujuan utama, karena pengabdian kemanusiaan merupakan inti nilai-nilai kemaslahatan yang dikembangkan NU dan Muhammadiyah. Namun, Nobel Perdamaian menjadi simbol betapa perjuangan kedua organisasi ini berdampak dan bermakna di level internasional.

Nobel Perdamaianwww.nobelpeaceprize.org Nobel Perdamaian

Langkah panjang dan jangkauan diplomasi kebudayaan yang diselenggarakan NU-Muhammadiyah menjadi jalur penting untuk melengkapi diplomasi internasional yang dikembangkan Pemerintah Indonesia. Kedua jalur diplomasi, yakni diplomasi resmi pemerintah dan diplomasi melalui ormas (second track diplomation), harus berjalan seiring dan saling melengkapi.

Seusai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini, tantangan-tantangan diplomasi perdamain masih menanti NU dan Muhammadiyah, di panggung internasional. Juga, pemerintahan yang akan datang, dengan formasi kabinet yang diharapkan lebih segar, haruslah dapat menampilkan kinerja lebih baik untuk menempatkan Indonesia sebagai juru damai konflik-konflik di berbagai kawasan dunia.  

Tentu saja, ini bukan hal sederhana, bukan hal mudah. Akan tetapi, kita memiliki nilai-nilai, tokoh-tokoh, infrastruktur, dan dukungan dari perangkat kebudayaan yang memungkinkan Indonesia menjadi aktor kunci diplomasi perdamaian di level internasional. Bukankah begitu? 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

Nasional
Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Nasional
Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Nasional
Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Nasional
Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Nasional
Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Nasional
UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

Nasional
UPDATE 28 November: Ada 69.370 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 November: Ada 69.370 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 28 November: Ada 68.606 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 November: Ada 68.606 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 28 November: Bertambah 125, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 16.646 Orang

UPDATE 28 November: Bertambah 125, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 16.646 Orang

Nasional
UPDATE 28 November: Bertambah 4.527, Kini 441.983 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

UPDATE 28 November: Bertambah 4.527, Kini 441.983 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

Nasional
UPDATE: 5.418 Kasus Baru Covid-19 Indonesia dalam Sehari, Total 527.999

UPDATE: 5.418 Kasus Baru Covid-19 Indonesia dalam Sehari, Total 527.999

Nasional
Susun Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat, Kemenag Sebut Tak Mengikat Khatib

Susun Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat, Kemenag Sebut Tak Mengikat Khatib

Nasional
Tanggapi Ucapan Luhut, KPK Sebut Tak Ada Istilah Pemeriksaan Berlebihan

Tanggapi Ucapan Luhut, KPK Sebut Tak Ada Istilah Pemeriksaan Berlebihan

Nasional
KPK Prihatin Kepala Daerah Kembali Tersandung Korupsi

KPK Prihatin Kepala Daerah Kembali Tersandung Korupsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X