Jokowi Harap Peringatan May Day Berlangsung Penuh Kegembiraan

Kompas.com - 30/04/2019, 15:20 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau sebuah pabrik sepatu di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/4/2019). Usai peninjauan, Jokowi makan siang bersama para buruh. KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo meninjau sebuah pabrik sepatu di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/4/2019). Usai peninjauan, Jokowi makan siang bersama para buruh.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berharap seluruh buruh di Indonesia bisa memperingati hari buruh atau may day yang jatuh pada Rabu (1/5/2019) besok dengan tertib. Hal tersebut disampaikan Jokowi usai makan siang bersama buruh pabrik sepatu di kawasan

"Yang penting besok pada May Day, pada hari buruh, kita berharap perayaan hari buruh berjalan baik, dengan kegembiraan dan kondusif," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, saat makan siang ia sempat berbincang-bincang dengan sejumlah buruh yang bekerja di pabrik milik PT KMK Global Sports itu. Kepala Negara bertanya mengenai lama mereka bekerja hingga soal upah yang mereka terima.

Menurut dia, para buruh di pabrik ini sudah mendapat upah yang layak.

"Ya tadi saya tanya, berapa gajinya. Dijawab Rp 3.900.000, saya kira sudah (cukup)," kata dia.

Baca juga: KSPI: May Day, 50.000 Buruh Dipusatkan di Tennis Indoor Senayan

Menurut Jokowi, yang paling terpenting bagi buruh adalah meningkatkan produktivitas kerja. Jika buruh produktif, Jokowi yakin perusahaan juga akan menggaji dengan layak.

"Kalau sudah produktif, perusahaan menggaji tinggi mampu, karena produktivitas menyangkut berapa produksi yang dihasilkan. Kalau yang dihasilkan naik, gajinya dinaikkan enggak ada masalah," kata dia.

Sebelum bertemu para buruh hari ini, Jokowi juga sempat bertemu pimpinan organisasi buruh pada Jumat pekan lalu. Hadir saat itu Presiden KSPI Said Iqbal, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KSBSI Mudofir, Presiden KPBI Ilhamsyah, Presiden Saburmusi Syaiful dan Presiden KSN Muchtar.

Mereka meminta Jokowi merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X