Jelang Ramadhan, Relawan Jokowi Minta Masyarakat Ademkan Suhu Politik

Kompas.com - 27/04/2019, 07:33 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berorasi ketika kampanye terbuka di GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019). Jokowi mengajak pendukung untuk memerangi hoaks dan memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin pada pilpres mendatang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww. WAHYU PUTRO ACalon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berorasi ketika kampanye terbuka di GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019). Jokowi mengajak pendukung untuk memerangi hoaks dan memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin pada pilpres mendatang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurang dari dua pekan jelang bulan suci Ramadhan, kelompok relawan Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) dan Barisan Gus dan Santri (Baguss) Bersatu memilih untuk mendinginkan suhu politik.

Mereka menggelar syukuran di kawasan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019) malam.

“Pilpres dan pileg sudah selesai. Sudah cukup masyarakat larut dalam kompetisi dan rivalitas politik. Kita bersyukur pileg dan pilpres berlangsung aman untuk kemudian kita berikan waktu kepada KPU menyelesaikan tugasnya,” kata Dara Wahid dari relawan Pertiwi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat malam.

Baca juga: Relawan Jokowi-Maruf Serukkan Persatuan Usai Pemilu 2019

Acara syukuran tersebut dilakukan dengan tumpengan bersama 250 orang warga sebagai wujud rasa syukur pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul berdasarkan quick count lembaga-lembaga survei kredibel maupun real count sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Relawan Jokowi mengajak masyarakat yang hadir untuk turut menyejukkan tensi politik pasca-pilpres.

“Kurang dari dua pekan lagi sudah masuk Ramadhan. Mari sama-sama menyambut Ramadhan dengan mengademkan situasi politik. Apakah di bulan penuh berkah ini kita masih akan memproduksi narasi-narasi yang saling menjelekkan satu sama lain? Ini bulan ibadah, apakah memfitnah adalah ibadah?” kata Dara.

Selain syukuran, acara tersebut menjadi momen untuk ruwahan sebelum Ramadan.

Adapun ruwahan merupakan tradisi untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia.

“Ruwahan ini sekaligus untuk kita mendoakan para tokoh bangsa yang telah berpulang, termasuk para petugas KPPS yang meninggal dalam menunaikan tugasnya sebagai pahlawan demokrasi,” kata Dara.

Baca juga: Relawan Jokowi Minta BPN Buka-bukaan Data Quick Count

Ia juga mengatakan, perjalanan bangsa masih sangat panjang. Jangan sampai energi masyarakat habis hanya karena rivalitas politik yang tak berkesudahan.

“PR ke depan masih banyak. Kemiskinan, tantangan revolusi industri 4.0, terorisme, radikalisme, ketahanan pangan, dan perubahan iklim. Masakm hanya karena kompetisi politik kita berhenti berkarya dan menghabiskan waktu untuk saling mencela?” kata Dara.

"Sekarang sudah tidak ada lagi 01 dan 02. Yang ada cuma 03, Persatuan Indonesia. Bismillah, melalui syukuran ini, kita berdoa dan bermunajat agar bangsa kita tetap bersatu, senantiasa diberkahi agar semakin maju dan sejahtera,” ucap dia lagi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Tambah Staf Khusus, Gerindra Tak Masalah jika Sesuai Aturan

Jokowi Tambah Staf Khusus, Gerindra Tak Masalah jika Sesuai Aturan

Nasional
Jokowi Diminta Jelaskan ke Publik soal Tugas dan Fungsi Stafsus Baru

Jokowi Diminta Jelaskan ke Publik soal Tugas dan Fungsi Stafsus Baru

Nasional
LGBT Dilarang Jadi CPNS Kejaksaan Agung, Arsul Sani: Itu Diskriminasi

LGBT Dilarang Jadi CPNS Kejaksaan Agung, Arsul Sani: Itu Diskriminasi

Nasional
Bertemu Mahfud MD, Dubes Jepang Ingin Perkuat Kerja Sama Keamanan Laut hingga Antiteror

Bertemu Mahfud MD, Dubes Jepang Ingin Perkuat Kerja Sama Keamanan Laut hingga Antiteror

Nasional
Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden, Demokrat: Cukup 2 Periode

Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden, Demokrat: Cukup 2 Periode

Nasional
Menkes Sebut Tagihan Pelayanan Jantung BPJS Kesehatan Tembus Rp 10,5 T

Menkes Sebut Tagihan Pelayanan Jantung BPJS Kesehatan Tembus Rp 10,5 T

Nasional
Menag Tak Mau Buru-buru Bubarkan Pesantren yang Terpapar Radikalisme

Menag Tak Mau Buru-buru Bubarkan Pesantren yang Terpapar Radikalisme

Nasional
Jokowi Tunjuk Staf Khusus, PKS Sebut Nuansa Bagi-bagi Kursi Masih Terlihat

Jokowi Tunjuk Staf Khusus, PKS Sebut Nuansa Bagi-bagi Kursi Masih Terlihat

Nasional
Kasus Dugaan Suap Eks Dirkeu AP II, KPK Panggil Direktur Bisnis PT INTI

Kasus Dugaan Suap Eks Dirkeu AP II, KPK Panggil Direktur Bisnis PT INTI

Nasional
Mardani: Tanpa Tupoksi yang Jelas, Staf Khusus Presiden Berpotensi Tumpang Tindih

Mardani: Tanpa Tupoksi yang Jelas, Staf Khusus Presiden Berpotensi Tumpang Tindih

Nasional
Upayakan Kembalikan Aset First Travel ke Korban, Kejagung Tunggu Putusan Gugatan Perdata

Upayakan Kembalikan Aset First Travel ke Korban, Kejagung Tunggu Putusan Gugatan Perdata

Nasional
Evaluasi Masa Jabatan Presiden di Mata Parpol...

Evaluasi Masa Jabatan Presiden di Mata Parpol...

Nasional
Kementerian Agama Siapkan Program Sertifikasi Dai

Kementerian Agama Siapkan Program Sertifikasi Dai

Nasional
LGBT Dilarang Daftar CPNS Kejagung, Ini Alasannya

LGBT Dilarang Daftar CPNS Kejagung, Ini Alasannya

Nasional
Menteri Agama Luncurkan Pospenas Ke-8, Kompetisi Olahraga dan Seni Antarpesantren

Menteri Agama Luncurkan Pospenas Ke-8, Kompetisi Olahraga dan Seni Antarpesantren

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X