Ketua DPP Gerindra Sebut Pembentukan Pansus Kecurangan Pemilu Tunggu Usulan Fraksi-fraksi

Kompas.com - 26/04/2019, 22:34 WIB
Politisi Gerindra Nizar Zahro. KOMPAS.com/IhsanuddinPolitisi Gerindra Nizar Zahro.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro menilai pembentukan Panitia Khusus ( Pansus) kecurangan pemilu tinggal menunggu usulan fraksi-fraksi di DPR.

Ia menambahkan saat ini wacana tersebut memang belum direspons lantaran sedang reses. Ia meyakini seluruh fraksi bakal menanggapi wacana ini. 

"Sampai hari itu kan wacana dari beberapa fraksi tinggal nanti setelah reses nanti tinggal di usulkan oleh masing-masing fraksi kalau memang ingin membentuk Pansus tim pencari fakta terhadap kecurangan pemilu," kata Nizar saat dihubungi, Jumat (26/4/2019).

Ia menilai wajar jika usulan tersebut muncul sebab ada beberapa dugaan kecurangan yang terjadi di beberapa tempat terkait pelaksanaan Pemilu 2019.


"Sehingga wajar-wajar saja masyarakat dan fraksi di DPR itu mengusulkan untuk Pansus tim pencari fakta kecurangan pemilu," lanjut dia.

Baca juga: Anggota F-Golkar: Daripada Bikin Pansus Pemilu, Mending Selesaikan RUU yang Masih Banyak

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) kecurangan Pemilu 2019.

Menurut Fadli, banyak temuan kecurangan pemilu yang cukup masif, terstruktur, dan brutal.

"Saya akan mengusulkan meski ini akhir periode, kalau misalnya teman-teman itu menyetujui akan bagus untuk evaluasi ke depan. Karena kecurangan ini cukup masif, terstruktur dan brutal. Mulai pra pelaksanaan, pelaksanaan dan pasca-pelaksanaan," kata Fadli saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X