Kompas.com - 26/04/2019, 11:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta semua pihak untuk tenang dan sabar serta menerima hasil resmi rekapitulasi suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei.

"Semua tenang dan bisa menerima hasil pemilu. Semua sabar, memang kekalahan itu menyakitkan, tetapi menerima kekalahan itu kehormatan, bangkit dari kekalahan itu kekuatan," ucap Wiranto di kantor pusat PT Adhi Karya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).

Baca juga: Wiranto: Banyak Petugas Gugur, Tak Tepat Tuduh Pemilu Konspirasi Pemerintah

Ia menegaskan, siapapun yang menang dan kalah dalam Pemilu 2019, keputusan KPU harus diterima secara legawa. Sebab, pelaksanaan pemilu sudah dilakukan secara profesional dan kelancarannya diakui oleh dunia internasional.

Dalam rapat koordinasi khusus tingkat menteri, Rabu (24/4/2019), Wiranto juga menyebutkan ada 33 negara yang memberikan apresiasi kepada pemerintah atas terselenggaranya Pemilu 2019.

"Pemilu 2019 terlaksana dengan aman, lancar, dan damai sehingga mendapatkan apresiasi dari 33 negara," ujar Wiranto.

Baca juga: Tiga Pesan Ekonom untuk Presiden Terpilih

Apresiasi tersebut, lanjutnya, diberikan karena Indonesia telah menyelenggarakan pemilu terbesar dan terumit sedunia. Pasalnya, dalam satu hari, ada kurang lebih ada 192 juta pemilih yang berpartisipasi di 810.000 tempat pemungutan suara (TPS).

Penyelenggaran pemilu, lanjutnya, juga terbukti dilaksanakan dengan aman, lancar, dan damai. Hal itu didasarkan pada pendapat masyarakat yang telah berpartisipasi aktif.

"Kita semua sudah rasakan pemilu yang aman betul, lancar iya, damai juga iya sehingga banyak yang memberikan apresiasi positif," tuturnya.

Kompas TV Sejumlah pengusaha sablon di Jambi kini harap-harap cemas. Pasalnya banyak caleg yang telah memesan atribut kampanye hingga kini belum melunasi pembayaran. Utang mereka mencapai puluhan juta rupiah. Padahal pemilu sudah usai, alat peraga kampanye pun telah ditertibkan. Pengusaha sablon dan reklame pantas khawatir. Pasalnya, di pemilu sebelumnya, banyak caleg mangkir bayar jika tak terpilih.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.