Sandiaga Mengaku Ingin Bertemu Ma'ruf Amin Sejak Agustus 2018

Kompas.com - 24/04/2019, 21:06 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat ditemui di Rumah Siap Kerja, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019). KOMPAS.com/Devina HalimCalon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat ditemui di Rumah Siap Kerja, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku sudah punya rencana untuk bertemu dengan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin sejak bulan Agustus 2018.

Hal itu diungkapkan Sandiaga ketika ditanyai mengenai rencana pertemuan yang sebelumnya diungkapkan Ma'ruf.

Namun, menurut Sandiaga, meski sudah menghubungi orang-orang dekat Ma'ruf, pertemuan itu belum terlaksana.

"Saya sudah ingin bertemu dengan Pak Kiai Ma'ruf itu malah setelah bulan Agustus. Saya sudah meminta lewat lima channel Kiai Ma'ruf karena saya tidak berhubungan langsung dengan Kiai Ma'ruf," kata Sandiaga saat ditemui di Rumah Siap Kerja, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).


Baca juga: Maruf Amin Pastikan Akan Bertemu dengan Sandiaga Uno

"Sudah beberapa kali saya minta waktu beliau, beliau tidak memiliki waktu pada saat itu," imbuh dia.

Kemudian, ketika ditanyai mengenai rencana pertemuan dengan Ma'ruf dalam waktu dekat, Sandiaga mengaku sedang fokus untuk mengawal formulir C1.

Namun, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan bahwa silaturahmi sebenarnya dapat dilakukan kapan saja.

"Saya sekarang fokusnya ada di pengawalan proses C1 dan program-program kita yang sudah jalan. Kalau silaturahmi itu kan kapan saja bisa," tutur Sandiaga.

"Saya sudah ingin ketemu dari sebelumnya tapi kan Allah belum membukakan jalan. Tapi kalau silaturahmi itu kan bagus," ujarnya.

Jika pertemuan tersebut terlaksana, Sandi, sebagai murid, mengaku ingin mendengar nasihat serta pandangan Ma'ruf.

Baca juga: Kunjungi Rumah Siap Kerja, Sandiaga Tonton Pertandingan E-sport

Sebelumnya, pasca pencoblosan Pilpres 2019, Ma'ruf Amin berencana menemui Sandiaga Uno. Namun, Ma'ruf, belum bisa memastikan kapan pertemuan itu bisa terlaksana.

"Bertemunya pasti, kapannya itu yang belum tahu," ujar Ma'ruf Amin usai menghadiri acara tasyakuran di Ndalem Habib Hilal Alaidid, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Rabu (24/4/2019).

Ma'ruf Amin menyampaikan, bagimanapun bangsa Indonesia harus dijaga. Sehingga rekonsiliasi pasca Pemilu 2019 perlu dilakukan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplain Apartemennya Disita Terkait Kasus Jiwasraya, 2 Orang Ini Diperiksa Kejagung

Komplain Apartemennya Disita Terkait Kasus Jiwasraya, 2 Orang Ini Diperiksa Kejagung

Nasional
RUU Ketahanan Keluarga, PPP Tak Sepakat Pidana Bagi Pendonor Sperma dan Sel Telur

RUU Ketahanan Keluarga, PPP Tak Sepakat Pidana Bagi Pendonor Sperma dan Sel Telur

Nasional
Saat Kalla Beri Tahu Emil Dardak Seni Jadi Orang Nomor Dua...

Saat Kalla Beri Tahu Emil Dardak Seni Jadi Orang Nomor Dua...

Nasional
Polri Sebut Usulan Mahfud soal Polsek Tak Perlu Sidik Kasus Perlu Didiskusikan

Polri Sebut Usulan Mahfud soal Polsek Tak Perlu Sidik Kasus Perlu Didiskusikan

Nasional
Mahfud MD Pastikan Kejagung Tindaklanjuti Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai

Mahfud MD Pastikan Kejagung Tindaklanjuti Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai

Nasional
Menpora Ingatkan Suporter Bersiap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Menpora Ingatkan Suporter Bersiap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Nasional
Politisi Demokrat: Sudah Jelas Yasonna Melakukan Pembohongan Publik

Politisi Demokrat: Sudah Jelas Yasonna Melakukan Pembohongan Publik

Nasional
Nurhadi jadi Buron KPK, Polri Persilakan Kuasa Hukum dan Keluarga Membantu

Nurhadi jadi Buron KPK, Polri Persilakan Kuasa Hukum dan Keluarga Membantu

Nasional
KPK Ungkap Faktor yang Mempersulit Pencarian Nurhadi dan Harun Masiku

KPK Ungkap Faktor yang Mempersulit Pencarian Nurhadi dan Harun Masiku

Nasional
Mendagri Yakin Pemindahan Ibu Kota Dongkrak Ekonomi Kalimantan

Mendagri Yakin Pemindahan Ibu Kota Dongkrak Ekonomi Kalimantan

Nasional
Periksa Anak Bupati Sidoarjo Nonaktif, KPK Gali Pendanaan Klub Deltras Sidoarjo

Periksa Anak Bupati Sidoarjo Nonaktif, KPK Gali Pendanaan Klub Deltras Sidoarjo

Nasional
Periksa Bupati OKU Selatan, KPK Dalami Aliran Dana Kasus Laboratorium Madrasah

Periksa Bupati OKU Selatan, KPK Dalami Aliran Dana Kasus Laboratorium Madrasah

Nasional
Kritik Anies soal Formula E, Megawati: Monas itu Cagar Budaya

Kritik Anies soal Formula E, Megawati: Monas itu Cagar Budaya

Nasional
'Kalau Pasal 170 Salah Ketik, Masa Bisa Sepanjang Itu...'

"Kalau Pasal 170 Salah Ketik, Masa Bisa Sepanjang Itu..."

Nasional
Tanggapi Usul Mahfud MD, Kabareskrim: Perlu Ada Penegakan Hukum di Daerah Terpencil

Tanggapi Usul Mahfud MD, Kabareskrim: Perlu Ada Penegakan Hukum di Daerah Terpencil

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X