TKN: Kalau BPN Tutupi Data Real Count, Kami Khawatir Sebenarnya Memang Tak Ada

Kompas.com - 24/04/2019, 18:43 WIB
Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Usman Kansong, di Posko Cemara, Jumat (22/2/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Usman Kansong, di Posko Cemara, Jumat (22/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong, bingung dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang merahasiakan lokasi penghitungan suara mereka.

Usman curiga BPN Prabowo-Sandiaga sebenarnya juga tidak melakukan real count itu.

"Saya kira tidak perlu ditutup-tutupi. Kalau benar terjadi dan ada, ya buka saja. Kalau tidak mau membuka, kita khawatir ternyata memang tidak ada atau kalau ada metodenya asal-asalan," ujar Usman di Posko Cemara, Menteng, Rabu (24/4/2019).

Baca juga: BPN Rahasiakan Lokasi Penghitungan Real Count, Ini Penjelasan Fadli Zon

BPN Prabowo-Sandiaga merahasiakan lokasinya untuk menjaga keamanan data yang mereka kumpulkan. Menurut Usman hal itu tidak beralasan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki situs Situng yang bisa diakses untuk umum. TKN Jokowi-Ma'ruf juga memiliki war room sebagai pusat penghitungan suara Pilpres 2019.

Bahkan, lembaga survei juga sudah buka-bukaan terkait data quick count yang mereka lakukan.

Baca juga: Fadli Zon Ragukan Hasil Real Count KPU

 

Usman mengatakan pihak-pihak yang membuka data itu tidak merasa khawatir dengan keamanan data mereka.

"Itu kan soal bagaimana kita melindungi sistem kita. Tidak ada kaitannya begitu kita buka, kemudian ada orang yang menggangu misalkan hacker. Kalo hacker itu kan sebenarnya bagimana kita mem-protect saja," kata Usman.

Sebelumnya, juru bicara BPN Andre Rosiade menyebutkan, pihaknya terus melakukan penghitungan real count internal pilpres 2019.

Baca juga: TKN Pertanyakan Alasan BPN Prabowo-Sandiaga Rahasiakan Lokasi Penghitungan Real Count

Hanya saja, penghitungan suara itu sengaja dilakukan di lokasi yang menurutnya tak gampang diakses.

" Real count terus dilakukan oleh DPP Partai Gerindra dan BPN. Mengenai lokasi tentu kami tempatkan di lokasi yang aman dan tidak gampang diakses pihak yang tidak berkepentingan," kata Andre kepada Kompas.com, Selasa (23/4/2019).

Andre beralasan, ada dokumen penting seperti C1 yang harus dijaga.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X