Kompas.com - 23/04/2019, 23:12 WIB
Ilustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berlaga dalam Pemilu 2019, Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga. KOMPAS.com/ANDIKA BAYU KOMPAS.com/ANDIKA BAYUIlustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berlaga dalam Pemilu 2019, Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga. KOMPAS.com/ANDIKA BAYU

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Chaniago, menyatakan perolehan suara paslon 01 secara konsisten mengungguli kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Penghitungan real count suara sementara Pemilu 2019 oleh KPU RI telah mencakup 24,32 persen tempat pemungutan suara (TPS) pada Selasa (23/4/2019) malam.

Berdasarkan pantauan dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU, 22,9 persen TPS itu setara dengan 197.807 dari total 813.350 TPS. Meski unggul sementara, Irma mengatakan pihaknya tetap mengawal input data di formulir C1.

Baca juga: Bawaslu Tegaskan C1 Hanya Boleh Dipegang Saksi dan Pengawas Pemilu

 

"Kami akan tetap mengawal proses rekapitulasi suara secara terbuka melalui command center kami sehingga masyarakat dapat mengetahui proses yang juga kami lakukan secara transparan, bukan asal main klaim data namun tidak terbuka kepada publik," kata Irma melalui keterangan tertulis, Selasa (23/4/2019).

Ia pun menyatakan, sikap asal klaim data terkait jumlah perolehan suara tak bisa diterima sebab semua proses sudah transparan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, ia mengingatkan para pendukung pasangan nompr urut 01 untuk terus memantau proses yang sedang berlangsung dengan terus memantau perkembangan input formulir C1.

Baca juga: Ketua BPN Sumsel Sebut Formulir C1 Sudah Dikirim ke Pusat

 

Bila ada dugaan pelanggaran atau kecurangan yang dilakukan terhadap kubu Jokowi-Ma'ruf, Irma meminta para pendukung melaporkan ke pihak berwenang.

"Proses yang berlangsung saat ini harus kita jaga. Jangan lengah karena bisa saja ada kecurangan yang menimpa paslon 01. Bila temukan itu, laporkan ke pihak berwajib," lanjut dia.

Kompas TV Sebuah ruangan di pelataran parkir kantor Komisi Pemilihan Umum sudah diresmikan menjadi pusat informasi penghitungan dan rekapitulasi suara pemilu 2019. Di sini, media dan warga bisa memantau jalannya rekapitulasi suara. Jumlah raihan suara pasangan capres-cawapres di pilpres 2019 bisa terlihat di Sistem Informasi dan Penghitungan KPU (SITUNG). Baik hasil suara pilpres maupun hasil suara terkini pemilihan anggota legislatif per wilayah pun bisa dipantau. Bagi masyarakat yang juga ingin memantau real count pemilu 2019 tidak perlu datang ke KPU, Anda dengan mengakses situs resmi KPU. Hingga Minggu (21/4) siang, rekapitulasi suara pilpres mencapai 8,8 persen sementara pileg 3,7 persen. <strong>#rekapitulasisuara #pilpres2019 #KPU</strong>

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Jokowi Harap Herd Immunity Segera Terbentuk

10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Jokowi Harap Herd Immunity Segera Terbentuk

Nasional
Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Jokowi dan Prabowo Ingin Presiden Tetap 2 Periode

Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Jokowi dan Prabowo Ingin Presiden Tetap 2 Periode

Nasional
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Capai 13.737, Tertinggi Sejak 30 Januari 2021

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Capai 13.737, Tertinggi Sejak 30 Januari 2021

Nasional
Presiden Didesak Batalkan Pemberhentian 51 Pegawai KPK

Presiden Didesak Batalkan Pemberhentian 51 Pegawai KPK

Nasional
Kasus Covid-19 Melonjak, Ngabalin Sebut akibat Banyak Warga Tak Patuhi Larangan Mudik

Kasus Covid-19 Melonjak, Ngabalin Sebut akibat Banyak Warga Tak Patuhi Larangan Mudik

Nasional
Soal Usul Lockdown, Ngabalin Sebut Jokowi Punya Pertimbangan Khusus

Soal Usul Lockdown, Ngabalin Sebut Jokowi Punya Pertimbangan Khusus

Nasional
Cerita Novel Baswedan Sudah Ingin Mundur dari KPK Sejak 2019

Cerita Novel Baswedan Sudah Ingin Mundur dari KPK Sejak 2019

Nasional
UPDATE 20 Juni: 12.239.706 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 20 Juni: 12.239.706 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 20 Juni: 89.183 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 20 Juni: 89.183 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 20 Juni: Sebaran 13.737 Kasus Baru Covid-19, 5.582 di Jakarta

UPDATE 20 Juni: Sebaran 13.737 Kasus Baru Covid-19, 5.582 di Jakarta

Nasional
UPDATE 20 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 121.684

UPDATE 20 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 121.684

Nasional
UPDATE 20 Juni: Ada 142.719 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 20 Juni: Ada 142.719 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 20 Juni: Tambah 6.385, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.792.528 Orang

UPDATE 20 Juni: Tambah 6.385, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.792.528 Orang

Nasional
UPDATE 20 Juni: Tambah 371, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 54.662

UPDATE 20 Juni: Tambah 371, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 54.662

Nasional
UPDATE: Tambah 13.737, Kini Ada 1.989.909 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Tambah 13.737, Kini Ada 1.989.909 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X