Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Kompas.com - 23/04/2019, 20:07 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Menkeu melaporkan realisasi APBN 2019 hingga Februari 2019 tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap PDB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz WAHYU PUTRO AMenteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Menkeu melaporkan realisasi APBN 2019 hingga Februari 2019 tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap PDB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 mendatang diasumsikan di antara 5,3 persen hingga 5,6 persen.

Hal itu dibahas dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/4/2019).

"Untuk awal, kami berasumsi pertumbuhan ekonomi ini akan berkisar 5,3 persen hingga 5,6 persen. Presiden berharapnya, kita bisa pacu sampai 5,6 persen," ujar Sri kepada wartawan, seusai sidang kabinet.

Baca juga: Di Luar Ekspektasi, Pertumbuhan Ekonomi China 6,4 Persen pada Kuartal I 2019

Kisaran angka tersebut diketahui naik sedikit dibandingkan di pembahasan sebelumnya, yakni berkisar 5,3 persen hingga 5,5 persen.

Sementara soal inflasi di tahun 2020, pemerintah berasumsi, masih pada kisaran 2 hingga 4 persen.

Baca juga: Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi di 2020 Seharusnya Bisa Lebih dari 6 Persen

Presiden, lanjut Sri, secara khusus meminta menteri terkait agar benar-benar memonitor rantai produksi pangan ketika momen hari-hari raya keagamaan. Presiden tidak ingin situasi harga stabil justru menjadi melonjak ketika momen itu.

Adapun, nilai tukar rupiah diprediksi pada kisaram Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat.

"Sementara, harga minyak kita masih 60 hingga 70 dollar AS per barel dan juga lifting migas kira-kira setara dengan yang selama ini diproduksi, meskipun angkanya masih di dalam range," ujar Sri.

Kompas TV Euforia pemilihan umum tidak akan berlangsung lama di pasar Keuangan indonesia. Pelaku bisnis akan beranjak pada prediksi pembentukan kabinet. Menurut ekonom siapa pun yang terpilih akan dihadapkan pada "kabinet pelangi". Posisi menteri dipastikan berasal dari partai partai politik tertentu. Khusus di tim ekonomi, Indonesia butuh profesional sebagai mesin penggerak tanpa konflik kepentingan. Sejak tahun 2015, Indonesia berhasil membalik tren pertumbuhan ekonomi dari turun menjadi naik. Di 2018 ekonomi Indonesia tumbuh 5,17%. Sebanding dengan ekonomi yang naik, tren investasi langsung baik lokal dan asing juga terus naik. Terakhir di tahun 2018 total investasi langsung mencapai Rp 721,3 triliun. #Pemilu2019 #TimEkonomi #MenteriKabinet

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X