Ketum PBNU Ajak Publik Rajut Kembali Persatuan

Kompas.com - 22/04/2019, 22:38 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj (kanan) memberi keterangan pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019). PBNU beserta 14 ormas Islam menyerukan untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan tidak bersikap inskonstitusional, mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019 dan mengajak seluruh umat Islam memperbanyak doa, zikir, dan salawat, agar bangsa Indonesia mendapat berkah dari Allah SWT. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. M RISYAL HIDAYATKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj (kanan) memberi keterangan pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019). PBNU beserta 14 ormas Islam menyerukan untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan tidak bersikap inskonstitusional, mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019 dan mengajak seluruh umat Islam memperbanyak doa, zikir, dan salawat, agar bangsa Indonesia mendapat berkah dari Allah SWT. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) Said Aqil Siroj mengaku bersyukur pagelaran Pemilu 2019 berjalan lancar dan damai.

Setelah pelaksanaan pencoblosan yang sukses dan tak ada kendala berarati, Said mengajak seluruh masyarakat yang sempat terpolarisasi akibat pemilu untuk merajut kembali persatuan.

"Ke depan kita rajut kembali, kita perkuat kembali persatuan dan kesatuan kita. Pemilu selesai, kita sabar menunggu hasil rekapitulasi suara yang akan diumumkan KPU nasional," kata Said pada acara "Silaturrahim dan Penyampaian Gagasan Kebangsaan Pengurus Besar NU" di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Baca juga: Ketum PBNU Minta Nahdliyin Tak Lakukan Tindakan Inkonstitusional

Lebih lanjut, Said mengakui ada sejumlah kasus yang menjadi sorotan, namun tak sampai menjadi kendala dalam pelaksanaan Pemilu. 

Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa Indonesia lebih dewasa dalam bernegara dan berbangsa.

Dalam kesempatan itu, Said juga menyampaikan duka citanya terhadap para petugas yang gugur selama proses pemilu.

Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) per Senin pukul 15.00 WIB, terdapat 90 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.

Sementara Polri menyebut 15 anggotanya gugur saat bertugas mengamankan jalannya pemilu.

Baca juga: PBNU: Tidak Akan Ada yang Rela Indonesia Berduka Hanya karena Pilpres

"Kita mintakan pada Allah, korban para pejuang yang berguguran dalam melaksanakan tugas, mudah-mudahan amal mereka diterima Allah, diampuni segala kekhilafan dan dosanya," ungkapnya.

Said juga berharap publik menunggu hasil rekapitulasi suara resmi yang akan diumumkan KPU.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X