Jokowi Sebut Orang-orang yang Gugur saat Mengawal Pemilu Sebagai Pahlawan Demokrasi

Kompas.com - 22/04/2019, 22:23 WIB
Capres petahana Joko Widodo usai bertemu pimpinan relawan di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019). KOMPAS.com/Fabian Januarius KuwadoCapres petahana Joko Widodo usai bertemu pimpinan relawan di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Presiden Joko Widodo menyebut, mereka yang meninggal dunia di saat menjalankan tugas mengawal proses Pemilu 2019, sebagai pahlawan demokrasi.

"Saya kira, beliau-beliau itu pahlawan demokrasi yang meninggal dalam tugasnya," ujar Jokowi saat dijumpai di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Diberitakan, jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah menjadi 90 orang.

Baca juga: Presiden Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Petugas KPPS

Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat, sebanyak 374 petugas KPPS sakit.

Para petugas yang meninggal dunia maupun sakit ini diduga kelelahan usai bertugas melakukan penghitungan dan rekapitulasi suara pemilu.

Selain itu, dilaporkan sebanyak 10 personel Polri meninggal dunia atas berbagai sebab. Mulai dari kecelakaan hingga kambuhnya penyakit kronis di sela tugas.

Baca juga: Mendagri: Pemerintah Akan Beri Penghargaan Petugas KPPS yang Meninggal

 

Oleh sebab itu, Jokowi pun menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kepergian mereka.

"Saya sampaikan ucapan berduka cita yang mendalam atas meninggalnya petugas KPPS, juga beberapa di luar KPPS," ujar Jokowi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X