Gunung Karangetang Terus Keluarkan Asap, Ini Penjelasan PVMBG

Kompas.com - 22/04/2019, 15:06 WIB
Sinar api dari kawah Gunung Karangetang, Rabu (10/4/2019) malam. Dokumen Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDMSinar api dari kawah Gunung Karangetang, Rabu (10/4/2019) malam.

MANADO, KOMPAS.com - Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus mengeluarkan asap.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat secara visual gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

"Kawah utama (selatan) mengeluarkan asap bertekanan kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Sedangkan, kawah dua (utara) juga mengeluarkan asap putih tebal, dengan tekanan gas kuat tinggi lebih kurang 50 meter," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (22/4/2019).

Baca juga: Aliran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Sungai Batu Awang dan Kahetang


Menurut Hendra, wajar jika gunung api aktif sering mengeluarkan asap.

"Walaupun level I atau level normal. Itu bisa karena air tanah di dalam gunung yang terpanaskan jadi uap air, bisa juga oleh karena gas vulkanik SO2," ujarnya.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Karangetang masih pada level III atau siaga.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi antar lain warga dan pengunjung tidak mendekati dan melakukan pendakian serta tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama.

Aktivitas juga tidak boleh dilakukan di wilayah area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Saboang.
Baca juga: Gunung Karangetang Alami Gempa Fase Banyak dan Vulkanik Dangkal, Ini Rekomendasi PVMBG
Selain itu, warga di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

"Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X