Forum Rektor Minta Capres dan Parpol Pegang Komitmen Siap Menang Siap Kalah

Kompas.com - 21/04/2019, 21:52 WIB
Dua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Maruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama pimpinan parpol dan caleg serta Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI, Abhan melepaskan burung dara saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Dalam acara yang juga dihadiri perwakilan partai politik, dan sejumlah caleg tersebut mendeklarasikan kampanye anti politisasi sara, anti politik uang, dan anti hoax.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT)
23-09-2018KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Dua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Maruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama pimpinan parpol dan caleg serta Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI, Abhan melepaskan burung dara saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Dalam acara yang juga dihadiri perwakilan partai politik, dan sejumlah caleg tersebut mendeklarasikan kampanye anti politisasi sara, anti politik uang, dan anti hoax. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT) 23-09-2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Forum Rektor Indonesia (FRI) mengajak masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, khususnya terkait situasi politik pasca pemilihan presiden.

FRI meminta kandidat presiden dan wakil presiden serta partai politik memegang komitmen awal untuk siap menang ataupun kalah.

"Paslon presiden, wakil presiden dan partai politik diharapkan menjaga suasana kondusif pada saat masa rekapitulasi perhitungan suara dan tahapan selanjutnya. Memegang komitmen awal untuk siap menang dan siap kalah," ujar Ketua FRI Dwia A Tina Pulubuhu dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (21/4/2019).

Baca juga: Logistik Pemilu Telat Sampai, 30.962 DPT di Nias Selatan Gelar PSU


FRI juga meminta masing-masing kandidat untuk mengimbau kepada pendukung masing-masing agar tidak melakukan tindakan yang dapat meresahkan masyarakat.

Sementara itu, terhadap penyelenggara pemilu, FRI menyerukan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk menjaga independensi dan netralitas, serta menjamin tahapan rekapitulasi perhitungan suara berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

FRI juga mengimbau para penegak hukum, TNI dan Polri untuk bekerja profesional, netral dan mengedepankan kepentingan nasional selama masa pemilihan umum.

"Segenap sivitas akademika perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam FRI untuk ikut mengawal, agar tahapan rekapitulasi suara Pemilu 2019 di wilayah masing-masing berlangsung jujur, aman, tertib, dan adil," kata Dwia.




Close Ads X