Prabowo: Pastikan Jangan Sampai Ada Angka Diubah

Kompas.com - 19/04/2019, 15:42 WIB
Prabowo Subianto menyapa massa pendukungnya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (19/4/2019). KOMPAS.com/Haryanti PuspasariPrabowo Subianto menyapa massa pendukungnya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan arahan kepada para pendukung dan relawannya dalam acara Syukuran Kemenangan di ediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Prabowo mengimbau para pendukung untuk menjaga formulir C1 dan C1 Pleno. Sebab, menurutnya ada kasus pencurian kotak suara saat proses pemungutan suara.

"Menjaga formulir C1 dan C1 Pleno yang berada di kotak suara, di seluruh kecamatan, atau PPK PPK. Harus dijaga karena ada usaha untuk menghilangkan kotak suara," kata Prabowo saat ditemui wartawan di Jalan Kertanegara no 4, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Prabowo meminta, para pendukung dan relawannya mengawasi semua petugas penyelenggara pemilu sampai rekapitulasi data.

Baca juga: Orasi Syukuran Kemenangan, Prabowo Minta Lembaga Survei Pindah ke Antartika

"Pastikan jangan sampai ada angka diubah, pastikan. Angka yang diinput harus sama dengan angka yang tercantum pada formulir C1," ujarnya.

Selanjutnya, Prabowo mengatakan, para pendukung harus menjaga semangat dalam mengamankan suara rakyat agar tidak dicurangi terus menerus.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jangan sampai suara kita dicurangi terus," pungkasnya.

Baca juga: Karangan Bunga Ucapan Selamat Terpilihnya Prabowo sebagai Presiden Hiasi Kertanegara

Sebelumnya, acara syukuran kemenangan Prabowo-Sandiaga dipindahkan ke kediaman calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, acara yang diadakan sekaligus merayakan perolehan suara Prabowo-Sandiaga Uno ini, akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Sekretaris Jenderal Persatuan Alumni 212 Ustadz Bernard Abdul Jabbar mengatakan, pemindahan lokasi acara ini dilakukan karena mempertimbangkan agar tidak berbenturan dengan perayaan Jumat Agung atau Paskah oleh umat Kristiani di Gereja Katedral.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari 28.000 Perusahaan Daftar Vaksinasi Gotong Royong, Bagaimana yang Belum Daftar?

Lebih dari 28.000 Perusahaan Daftar Vaksinasi Gotong Royong, Bagaimana yang Belum Daftar?

Nasional
Pengamat: Infrastruktur untuk Sepeda Wajib Dibangun jika Mau Ciptakan Kota Layak Huni

Pengamat: Infrastruktur untuk Sepeda Wajib Dibangun jika Mau Ciptakan Kota Layak Huni

Nasional
Keterangan Terdakwa Korupsi Benih Lobster Tak Konsisten, Hakim: Lihat Mata Saya, Mana Yang Benar

Keterangan Terdakwa Korupsi Benih Lobster Tak Konsisten, Hakim: Lihat Mata Saya, Mana Yang Benar

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejaksaan Agung Periksa 4 Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejaksaan Agung Periksa 4 Saksi

Nasional
Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Paling Banyak Ibu Rumah Tangga, Tak Tahu Tertular dari Mana

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Paling Banyak Ibu Rumah Tangga, Tak Tahu Tertular dari Mana

Nasional
Dewas Diminta Periksa Pimpinan dan Sekjen KPK jika Kembali Tak Penuhi Pemanggilan Komnas HAM

Dewas Diminta Periksa Pimpinan dan Sekjen KPK jika Kembali Tak Penuhi Pemanggilan Komnas HAM

Nasional
Penjelasan BMKG soal Gempa Magnitudo 6,1 di Maluku Tengah

Penjelasan BMKG soal Gempa Magnitudo 6,1 di Maluku Tengah

Nasional
Komnas HAM Sudah Periksa Dinas Psikologi TNI AD soal TWK Pegawai KPK

Komnas HAM Sudah Periksa Dinas Psikologi TNI AD soal TWK Pegawai KPK

Nasional
Sebagai Negara Besar dan Kaya, Pengamat Militer Sebut Indonesia Butuh Pertahanan Kuat

Sebagai Negara Besar dan Kaya, Pengamat Militer Sebut Indonesia Butuh Pertahanan Kuat

Nasional
Ketua DPR Minta Semua Komponen Bangsa Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Ketua DPR Minta Semua Komponen Bangsa Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Puji Sikap Jenderal Polisi Penuhi Panggilan Komnas HAM, Arsul: Mudah-mudahan Dicontoh Penegak Hukum Lain

Puji Sikap Jenderal Polisi Penuhi Panggilan Komnas HAM, Arsul: Mudah-mudahan Dicontoh Penegak Hukum Lain

Nasional
Covid-19 Melonjak Jelang Libur Sekolah, Satgas: Jangan Nekat Liburan Tanpa Perencanaan Matang

Covid-19 Melonjak Jelang Libur Sekolah, Satgas: Jangan Nekat Liburan Tanpa Perencanaan Matang

Nasional
Jubir Satgas: Pemerintah Jamin Vaksin Covid-19 Aman dan Berkhasiat

Jubir Satgas: Pemerintah Jamin Vaksin Covid-19 Aman dan Berkhasiat

Nasional
KPU Mulai Susun Regulasi untuk Pemilu 2024

KPU Mulai Susun Regulasi untuk Pemilu 2024

Nasional
Klaster Keluarga Meningkat, Satgas Covid-19 Imbau Sekolah Tatap Muka Dilaksanakan dengan Sangat Hati-hati

Klaster Keluarga Meningkat, Satgas Covid-19 Imbau Sekolah Tatap Muka Dilaksanakan dengan Sangat Hati-hati

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X