Enam Bulan Lebih Kampanye, Jokowi Mengaku Sangat Lelah

Kompas.com - 18/04/2019, 18:26 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu serentak 2019 di TPS 008, Pelataran Gedung Lembaga Adminsitrasi Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu serentak 2019 di TPS 008, Pelataran Gedung Lembaga Adminsitrasi Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden 01 Joko Widodo mengaku dirinya sangat kelelahan menjalani lamanya waktu kampanya pada pemilu kali ini. Jokowi sekaligus menkritik sistem yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) kali ini.

"Masa kampanye terlalu panjang itu melelahkan," ujar Jokowi dalam wawancara khusus bersama Wakil Pemimpin Umum Kompas Budiman Tanuredjo dalam tayangan Kompas TV, Kamis (18/4/2019).

Jokowi pun hendak menyebutkan kritiknya yang kedua untuk KPU terkait pelaksanaan pemilu kali ini. Namun, dia kembali menyinggung soal kelelahan yang dialaminya.

"Terlalu panjang dari segi biaya, tenaga, pikiran. Yang sekarang sangat sangat melelahkan," ungkap Jokowi lagi.

Baca juga: Ingin Dinginkan Masyarakat, Jokowi Anggap Pertemuan dengan Prabowo Penting

Dia berharap KPU bisa melakukan evaluasi sehingga penyelenggaraan pemilu akan semakin membaik ke depannya. 

Seperti diketahui, selama enam bulan lebih, Jokowi menjalani perannya sebagai capres dengan berkampanye berkeliling Indonesia. Namun, dia juga tetap menjalani tugasnya sebagai Presiden RI. Hal ini menyita seluruh waktunya dari Senin-Minggu, tanpa jeda.

Maka dari itu, pada saat masa tenang digelar selama tiga hari sebelum pencoblosan, Jokowi bersama keluarga pun memutuskan umroh di Tanah Suci. Di sana,sang istri, Iriana bahkan sampai meneteskan air mata ketika berada di Masjidil Haram.

"Kita ini berkali-kali umroh maupn haji, tapi mendekat ke Hajar Aswad sulit sekali. Tapi kemarin itu betul-betul diberi waktu sangat longgar, bisa mencium Hajar Aswad lama," ucap Jokowi menjelaskan tangisan Iriana di tanah suci.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Ingin Pertahankan Hasil Pilpres, Kelompok Advokat Daftar Jadi Pihak Terkait Tak Langsung

Ingin Pertahankan Hasil Pilpres, Kelompok Advokat Daftar Jadi Pihak Terkait Tak Langsung

Nasional
Novanto Pelesiran Lagi, Wiranto Sebut Perlu Lapas Khusus di Pulau Terpencil

Novanto Pelesiran Lagi, Wiranto Sebut Perlu Lapas Khusus di Pulau Terpencil

Nasional
Pemerintah Kebut Infrastuktur di Enam Provinsi

Pemerintah Kebut Infrastuktur di Enam Provinsi

Nasional
Polri: 4 dari 9 Korban Kerusuhan 21-22 Mei 2019 Dipastikan Tewas karena Peluru Tajam

Polri: 4 dari 9 Korban Kerusuhan 21-22 Mei 2019 Dipastikan Tewas karena Peluru Tajam

Nasional
Jika Terpilih Masuk Pemerintahan, Kader PKB Bakal Prioritaskan 3 Agenda Ini

Jika Terpilih Masuk Pemerintahan, Kader PKB Bakal Prioritaskan 3 Agenda Ini

Nasional
Wadah Pegawai KPK Ingatkan Pansel Utamakan Rekam Jejak Calon Pimpinan

Wadah Pegawai KPK Ingatkan Pansel Utamakan Rekam Jejak Calon Pimpinan

Nasional
Tolak Permohonan Kivlan Zen, Wiranto Tegaskan Hukum Tak Bisa Diintervensi

Tolak Permohonan Kivlan Zen, Wiranto Tegaskan Hukum Tak Bisa Diintervensi

Nasional
TKN Jokowi-Ma'ruf Sebut 30 Saksi dari Tim Hukum 02 Tabrak Ketentuan Beracara di MK

TKN Jokowi-Ma'ruf Sebut 30 Saksi dari Tim Hukum 02 Tabrak Ketentuan Beracara di MK

Nasional
'Hanya Cicak di Gedung Dewan Ini yang Tak Terima Uang...'

"Hanya Cicak di Gedung Dewan Ini yang Tak Terima Uang..."

Nasional
KPU Finalisasi Draf Jawaban Baru untuk Hadapi Gugatan Prabowo

KPU Finalisasi Draf Jawaban Baru untuk Hadapi Gugatan Prabowo

Nasional
BPK Usulkan Kemhan Buat Program Wajib Militer

BPK Usulkan Kemhan Buat Program Wajib Militer

Nasional
Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Akan Kirim 4 Truk Berisi Tambahan Alat Bukti

Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Akan Kirim 4 Truk Berisi Tambahan Alat Bukti

Nasional
Fadli Zon: Kami Mau Cari Kebenaran, Bukan Sekadar Persolan Administratif

Fadli Zon: Kami Mau Cari Kebenaran, Bukan Sekadar Persolan Administratif

Nasional
Kejagung Terima 14 SPDP untuk 447 Tersangka Kerusuhan 22 Mei

Kejagung Terima 14 SPDP untuk 447 Tersangka Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Menurut Pansel, Ini Salah Satu Tantangan Pimpinan KPK Selanjutnya

Menurut Pansel, Ini Salah Satu Tantangan Pimpinan KPK Selanjutnya

Nasional

Close Ads X