Quick Count Poltracking Data 99,3 Persen: Jokowi-Ma'ruf 54,87 Persen, Prabowo-Sandi 45,13 Persen

Kompas.com - 18/04/2019, 08:06 WIB
Ilustrasi KOMPAS.comIlustrasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei yang dilakukan lembaga Poltracking menunjukkan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin memeroleh suara 54,87 persen.

Sementara, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan suara 45,13 persen.

Perolehan suara tersebut berdasarkan data masuk 99,30 persen hingga Kamis (18/4/2019). Meski demikian, data tersebut hanya sebatas hitung cepat, bukan hasil penghitungan resmi pemilu 2019.

Baca juga: Prabowo Klaim Kemenangan, Erwin Aksa Belum Berani Buka Data Internal

Data sesungguhnya berdasarkan penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun, angka hasil hitung cepat tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil survei yang dilakukan Poltracking pada 1-8 April 2019 lalu. Saat itu, hasil survei menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan suara 54,50 persen.

Sementara, pasangan Prabowo-Sandiaga memeroleh suara 45,50 persen.

Perolehan suara tersebut berdasarkan data masuk sebesar 99,30 persen hingga Kamis (18/4/2019).Poltracking Indonesia Perolehan suara tersebut berdasarkan data masuk sebesar 99,30 persen hingga Kamis (18/4/2019).

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terawan Suntikan Vaksin Nusantara ke Aburizal Bakrie

Terawan Suntikan Vaksin Nusantara ke Aburizal Bakrie

Nasional
Polri: Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Makassar Adalah Eks Napi Teroris

Polri: Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Makassar Adalah Eks Napi Teroris

Nasional
Pelajar Tewas Ditembak KKB di Kabupaten Puncak Papua

Pelajar Tewas Ditembak KKB di Kabupaten Puncak Papua

Nasional
BPOM Sudah Selesai Menilai Vaksin Nusantara, Tak Akan Beri Perhatian Lagi

BPOM Sudah Selesai Menilai Vaksin Nusantara, Tak Akan Beri Perhatian Lagi

Nasional
Polri: Seorang Terduga Teroris di Makassar Ditembak Mati karena Acungkan Pedang

Polri: Seorang Terduga Teroris di Makassar Ditembak Mati karena Acungkan Pedang

Nasional
Bertemu Golkar dan PKS, PPP Akui Persiapan Jelang 2024

Bertemu Golkar dan PKS, PPP Akui Persiapan Jelang 2024

Nasional
Politisi PKB Sebut Jokowi Bakal Reshuffle Anggota Kabinet Inisial M

Politisi PKB Sebut Jokowi Bakal Reshuffle Anggota Kabinet Inisial M

Nasional
Diisukan Masuk Kabinet, PAN: Kami Masih Posisi Menunggu

Diisukan Masuk Kabinet, PAN: Kami Masih Posisi Menunggu

Nasional
Bawaslu Siapkan Anggaran hingga SDM Pemungutan Suara Ulang Pilkada Sabu Raijua

Bawaslu Siapkan Anggaran hingga SDM Pemungutan Suara Ulang Pilkada Sabu Raijua

Nasional
Ini Sponsor Vaksin Nusantara yang Diprakarsai Eks Menkes Terawan

Ini Sponsor Vaksin Nusantara yang Diprakarsai Eks Menkes Terawan

Nasional
BPOM: Vaskin Merah Putih Ditargetkan Mulai Diproduksi pada Awal 2022

BPOM: Vaskin Merah Putih Ditargetkan Mulai Diproduksi pada Awal 2022

Nasional
Waspadai Kasus Pembekuan Darah, BPOM Beri 'Warning' soal Vaksin AstraZeneca

Waspadai Kasus Pembekuan Darah, BPOM Beri "Warning" soal Vaksin AstraZeneca

Nasional
Pimpinan Komisi IX: RI Harus Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 di India

Pimpinan Komisi IX: RI Harus Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 di India

Nasional
Soal Vaksin Nusantara, BPOM: Harus Ada Perbaikan Dulu Sebelum Lanjut Uji Klinik Fase II

Soal Vaksin Nusantara, BPOM: Harus Ada Perbaikan Dulu Sebelum Lanjut Uji Klinik Fase II

Nasional
Nadiem Bakal Ajukan Revisi PP, Tegaskan Pancasila dan Bahasa Indonesia Wajib di Kurikulum

Nadiem Bakal Ajukan Revisi PP, Tegaskan Pancasila dan Bahasa Indonesia Wajib di Kurikulum

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X