PSI Kibarkan "Bendera Putih", Kalah Melenggang ke Senayan

Kompas.com - 18/04/2019, 06:18 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comKetua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).

KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengakui kekalahannya pada Pileg 2019 setelah partai yang diketuai oleh Grace Natalie itu gagal melenggang ke Senayan.

Hal itu terjadi karena PSI tak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Dari hasil quick count atau hitung cepat lembaga survei, PSI hanya mendapatkan suara sekitar 2 persen.

"Menurut quick count, PSI mendapat 2 persen. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan," ujar Grace seperti dikutip dari pernyataan resmi yang diunggah di situs resmi PSI, Rabu (17/4/2019).

Baca juga: Quick Count Kompas Data Parpol: PDI-P, Gerindra, Golkar Berada di Urutan Teratas


Grace mengatakan, pihaknya telah berjuang dan tidak menyalahkan siapapun atas kekalahan itu. Kader, pengurus, caleg PSI, telah bekerja keras meyakinkan rakyat.

"Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanasime demokrasi yang harus kami terima dan hormati," ujar Grace.

Grace mengatakan, tidak ada penyesalan dengan perjuangan yang telah dilakukan. Menurut Grace, anak-anak muda PSI telah terlibat dalam sebuah perjuangan yang luar biasa.

Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang bersama PSI dalam Pileg 2019.

Di tengah apatisme politik, kata Grace, PSI berhasil membuktikan bahwa orang mau berkontribusi seperti menyumbang uang, membantu mencetak alat peraga kampanye, menyumbang tenaga, pikiran, bahkan meninggalkan pekerjaan mereka demi berjuang bersama PSI. 

"Saya meminta kawan-kawan pengurus dan caleg tidak putus asa dan tetap menjaga suara kita. Meskipun kandas melewati parliamentary threshold di level nasional, tapi saya yakin bahwa akan banyak kawan-kawan yang berpeluang mendapatkan kursi di DPRD provinsi dan kabupaten kota. Ini adalah modal politik yang harus kita rawat," ujar Grace.

Baca juga: Quick Count Populi Center Pileg DPR Data 85,11 Persen

Grace menyebut tak ada suara terbuang. Setiap suara dukungan kepada PSI diperhitungkan sebagai keinginan perbaikan parlemen dan partai politik.

Grace menilai, perolehan suara PSI 2 persen atau sekitar 3 juta suara merupakan suara rakyat yang harus diperhitungkan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X